kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Genjot Ekspansi, Indosat (ISAT) Gelontorkan Belanja Modal Rp 12 Triliun di 2024


Minggu, 11 Februari 2024 / 06:23 WIB
Genjot Ekspansi, Indosat (ISAT) Gelontorkan Belanja Modal Rp 12 Triliun di 2024
ILUSTRASI. Indosat anggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 12 triliun di tahun ini


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten telekomunikasi, PT Indosat Tbk (ISAT) mengalokasikan sekitar Rp 12 triliun untuk belanja modal alias capital expenditure (capex) pada tahun 2024. Anggaran itu rencananya akan digunakan memperluas jangkauan. 

Direktur & Chief Financial Officer Indosat Nicky Lee Chi Hung menyampaikan, anggaran capex di tahun ini lebih rendah dari capex tahun 2023 lalu. Di mana, capex ISAT pada tahun lalu sebesar Rp 13 triliun. Namun yang terpakai hanya Rp 12,7 triliun. 

Dia bilang sebagian besar digunakan untuk pengembangan bisnis selular serta perluasan jangkauan jaringan hingga ke daerah pedesaan dan terpencil, terutama di kawasan Timur Indonesia. 

"Di 2024 pun hampir sama dengan tahun lalu, kami sudah menyiapkan panduan untuk capex di angka Rp 12 triliun," ucap Nicky dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (7/2). 

Baca Juga: Naik 10%, Indosat (ISAT) Kantongi Pendapatan Rp 51,2 Triliun pada Tahun 2023

Jika dicermati, anggaran capex tersebut lebih rendah ketimbang alokasi belanja modal tahun lalu. Bahkan masih di bawah anggaran yang berhasil dipakai oleh emiten halo-halo ini.

Nicky menjelaskan, mayoritas capex itu akan digunakan untuk memperluas jangkauan, menambah kapasitas dan memperkuat jaringan. Selain itu, ISAT juga akan terus memperluas jaringan di luar Jawa. 

"Dalam hal perluasan jaringan, sebagian besar sites baru akan dibangun di pedesaan di luar Jawa seperti Maluku dan Papua," jelas Nicky.

Melansir laporan keuangan, ISAT membukukan pendapatan Rp 51,22 triliun. Raihan ini meningkat 9,57% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari pendapatan pada tahun 2022 yang sebesar Rp 46,75 triliun.

Rinciannya, segmen selular berkontribusi sebesar Rp 43,74 triliun. Sementara segmen multimedia, komunikasi data dan internet (MIDI) menyumbang Rp 6,47 triliun. 

 

Namun kenaikan pendapatan tersebut diiringi oleh kenaikan beban. Sepanjang 2023, ISAT harus menanggung beban sebesar Rp 40,80 triliun atau naik 12,83% YoY dari Rp 36,16 triliun.

Alhasil, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk ISAT mencapai Rp 4,50 triliun sepanjang 2023. Nilai tersebut turun 4,59% secara tahunan dari Rp 4,72 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×