kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

GHON Catat 1.676 Penyewaan Tower dan Kolokasi per Kuartal I-2026


Jumat, 05 Juni 2026 / 16:24 WIB
GHON Catat 1.676 Penyewaan Tower dan Kolokasi per Kuartal I-2026
ILUSTRASI. PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) mencatat total penyewaan menara telekomunikasi dan kolokasi sebanyak 1.676 hingga kuartal I-2026. (Dok/GHON)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) mencatat total penyewaan menara telekomunikasi dan kolokasi sebanyak 1.676 hingga kuartal I-2026.

Direktur PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk, Yoyong, mengungkapkan jumlah tersebut turun 29 penyewaan dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencapai 1.705.

Secara rinci, jumlah penyewaan tower meningkat 51 menjadi 1.072 pada kuartal I-2026 dari sebelumnya 1.021 pada akhir 2025. Sebaliknya, jumlah kolokasi turun 80 menjadi 604 dari sebelumnya 684.

"Pengurangan sewa pada awal 2026 dibanding 2025 ini terutama dipengaruhi oleh merger XL Axiata dan Smartfren (menjadi XLSmart) tahun lalu," ujar Yoyong dalam paparan publik perusahaan di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga: Gihon (GHON) Targetkan 1.820 Tenancy di 2026, Siapkan Belanja Modal Rp 150 Miliar

Sejalan dengan itu, rasio kolokasi GHON menurun dari 1,67 pada 2025 menjadi 1,56 pada kuartal I-2026.

Pada bisnis fiber optik, panjang jaringan fisik perusahaan tercatat tetap 1.636 kilometer (km) hingga kuartal I-2026, sama seperti posisi akhir tahun lalu.

Namun, panjang jaringan yang menghasilkan pendapatan (billable) turun 143 km menjadi 1.378 km dari sebelumnya 1.521 km pada 2025. Menurut manajemen, penurunan tersebut terutama disebabkan berkurangnya penyewaan oleh Smartfren.

 

Penurunan jaringan billable tersebut turut menekan rasio tenansi fiber optik dari 0,94 pada 2025 menjadi 0,84 pada kuartal I-2026.

Berdasarkan wilayah, penyewaan jaringan fiber optik masih didominasi Pulau Jawa dengan kontribusi 77% atau sekitar 1.052 km. Adapun Sulawesi menyumbang 15%, disusul Sumatra 7% dan Kalimantan 1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×