kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.266   44,00   0,26%
  • IDX 7.072   -34,13   -0,48%
  • KOMPAS100 955   -6,68   -0,69%
  • LQ45 682   -4,42   -0,64%
  • ISSI 255   -2,37   -0,92%
  • IDX30 378   -0,88   -0,23%
  • IDXHIDIV20 463   -1,76   -0,38%
  • IDX80 107   -0,70   -0,65%
  • IDXV30 135   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 121   -0,66   -0,55%

Kerugian AirAsia Indonesia (CMPP) Turun 52,7% per kuartal I-2026


Selasa, 28 April 2026 / 19:52 WIB
Kerugian AirAsia Indonesia (CMPP) Turun 52,7% per kuartal I-2026
ILUSTRASI. Pesawat AirAsia (Dok/AirAsia)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) mengumumkan kinerja keuangan kuartal I-2026, dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 2,11 triliun, meningkat 5,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pada saat yang sama, AirAsia Indonesia berhasil menekan kerugian hingga 52,7% menjadi Rp 336,50 miliar, dari semula Rp 712,47 miliar per kuartal I-2025. 

Pertumbuhan pendapatan tersebut didukung oleh penyesuaian strategis jaringan melalui anak perusahaannya, Indonesia AirAsia, yang berfokus pada rute internasional dan domestik dengan kontribusi pendapatan yang lebih optimal. 

Optimalisasi ini menghasilkan peningkatan signifikan sebesar 11,4% pada Revenue per Available Seat Kilometre (RASK), yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memaksimalkan pendapatan dari kapasitas yang tersedia.

Baca Juga: Akumindo Nilai Insentif Impor Plastik Penting untuk Jaga Biaya Produksi UMKM

Jika diperinci dari total pendapatan yang sebesar Rp 2,11 triliun kontribusi dari penjualan kursi tercatat mencapai Rp 1,76 triliun. Sementara itu, pendapatan tambahan (ancillary), yang sebagian besar berasal dari bagasi, layanan dalam penerbangan, charter, serta kargo, turut menyumbang Rp 348 miliar terhadap total pendapatan.

Sebagai cerminan produktivitas operasional yang kuat, Indonesia AirAsia mencatat peningkatan jumlah penumpang sebesar 8,9% menjadi 1,67 juta penumpang, didukung oleh tingkat keterisian kursi (load factor) yang solid sebesar 83%. Jumlah penerbangan juga meningkat 8,8% dibandingkan kuartal pertama tahun 2025.

Dari sisi pengeluaran, perusahaan berhasil menurunkan beban operasional sebesar 6,1%. Meskipun Cost per Available Seat Kilometre (CASK) secara keseluruhan relatif stabil di kisaran -0,2%, kinerja CASK tanpa bahan bakar menunjukkan peningkatan yang kuat sebesar 6,2%. 

Hal ini terutama didorong oleh penurunan biaya perawatan melalui pengelolaan armada yang lebih optimal, serta efisiensi biaya pemasaran dengan fokus Perseroan pada saluran distribusi yang lebih efisien. Efisiensi internal ini memungkinkan maskapai menjaga struktur biaya yang tetap kompetitif, meskipun nilai tukar Rupiah mengalami fluktuasi ringan.

“Kinerja positif pada kuartal pertama tahun 2026 mencerminkan ketahanan Perseroan serta tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Indonesia AirAsia. Pertumbuhan pendapatan, peningkatan jumlah penumpang, serta pengembangan jaringan menunjukkan bahwa strategi Indonesia AirAsia dalam memperkuat konektivitas dan menghadirkan layanan yang bernilai berjalan dengan baik,” ujar Direktur Utama  CMPP, Captain Achmad Sadikin Abdurachman, dalam siaran pers, Selasa (28/04).

Selama kuartal pertama tahun 2026, Indonesia AirAsia juga memperluas jaringannya dengan meluncurkan sejumlah rute baru. Untuk rute internasional, maskapai membuka layanan Bali–Melbourne dan Bali–Da Nang. Sementara pada rute domestik, penambahan dilakukan melalui Surabaya–Makassar, Makassar–Palu, Makassar–Luwuk, serta Makassar–Kendari. Pengembangan ini menempatkan Makassar sebagai hub virtual strategis dalam memperkuat konektivitas di kawasan Indonesia Timur.

“Memasuki periode berikutnya, di tengah fluktuasi harga minyak global dan dinamika industri yang masih berlangsung, Perseroan akan terus menjalankan langkah-langkah efisiensi serta melakukan penyesuaian operasional secara bertahap pada sebagian jaringan domestik dan internasional. Langkah ini diambil untuk memastikan operasional yang sehat dan adaptif, sekaligus tetap menghadirkan layanan yang optimal bagi masyarakat,” tutup Captain Sadikin.

Baca Juga: Pendapatan ASSA Tumbuh 11% di Kuartal I-2026, Tapi Laba Tertekan Beban Operasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×