Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyatakan siap untuk mendukung kajian Pemerintah dalam merumuskan model implementasi CNG yang tepat sasaran, ekonomis, dan berkelanjutan. Termasuk sinkronisasi dengan kebijakan harga, infrastruktur, serta tata niaga.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menjelaskan saat ini bisnis CNG merupakan bagian dari portofolio produk beyond pipeline PGN yang dijalankan oleh anak perusahaan PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) sejak tahun 2012.
Gagas telah menyalurkan CNG dengan volume sekitar 15 BBTUD atau setara 123.000 metric ton LPG per tahun.
CNG menjangkau sejumlah wilayah seperti Surabaya, Banten, Jakarta, Bogor, Bekasi, Karawang, Lampung, Bandung, Batam, Semarang, Yogyakarta, Sidoarjo dan Medan dengan perluasan bertahap sesuai potensi pasar.
Saat ini, PGN memiliki infrastruktur CNG berupa 14 mother station atau Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas (SPBG) dan empat Mobile Refuelling Unit (MRU).
"Dari sisi harga, CNG memiliki potensi kompetitif. Namun implementasinya tetap perlu dilihat secara komprehensif mempertimbangkan kebijakan subsidi, distribusi, dan segmentasi pasar yang ditetapkan Pemerintah," kata Fajriyah kepada Kontan.co.id, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: Menteri Bahlil Kaji Pemanfaatan Compressed Natural Gas sebagai Alternatif LPG
Pengusaha swasta pun tak mau ketinggalan untuk berpartisipasi dalam optimalisasi CNG. Direktur Utama PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) Andika Purwonugroho menyatakan bahwa dari sisi harga, CNG menawarkan nilai yang cukup kompetitif dibandingkan dengan LPG.
Apalagi jika dilihat dalam konteks penggunaan jangka menengah hingga panjang.
Selain itu, pemanfaatan CNG memberikan nilai tambah dari sisi keberlanjutan, karena menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan LPG. Menurut Andika, hal ini menjadi pertimbangan penting bagi pelaku usaha yang mulai mengedepankan aspek efisiensi sekaligus kepatuhan terhadap standar lingkungan.
Saat ini, CGAS melayani segmen pelanggan yang cukup beragam. Mulai dari industri skala besar hingga sektor retail yang lebih kecil, termasuk segmen hotel, restoran, dan kafe.
CGAS mengoperasikan jaringan CNG Station (CNGS) yang tersebar di beberapa titik utama. Antara lain Palembang, Cikarang, Majalengka, Grobogan, Sidoarjo, dan Gresik.
Baca Juga: Bahlil Pastikan Harga Elpiji 3 Kg Tetap, Stok Aman di Atas Minimum
Ke depan, CGAS telah menyiapkan rencana pengembangan jaringan distribusi yang difokuskan pada wilayah Jawa bagian selatan. Terutama pada kota-kota sekunder yang memiliki potensi permintaan gas alam yang signifikan namun belum terjangkau oleh jaringan pipa.
"CGAS berada dalam posisi yang siap untuk berkontribusi aktif. Ke depan, kami optimistis CGAS dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas pemanfaatan CNG," tandas Andika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













