kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Harga masih tinggi saat panen, Bulog akui permintaan beras meningkat


Rabu, 15 April 2020 / 17:21 WIB
Harga masih tinggi saat panen, Bulog akui permintaan beras meningkat
ILUSTRASI. Pekerja mengangkut stok beras BULOG untuk didistribusikan ke pasar-pasar di Gudang Sub-Divre BULOG Serang.


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Herlina Kartika Dewi

Meski begitu, Tri memastikan pihaknya tetap melakukan penyerapan beras. Tahun ini Bulog menargetkan akan menyerap gabah/beras sebanyak 1,2 juta ton hingga 1,4 juta ton.

Hingga saat ini, Bulog masih memiliki stok beras sekitar 1,4 juta ton yan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Penyebaran beras Bulog paling besar berada di Jawa Timur dengan besar 426.549 ton, DKI Jakarta sebesar 287.544 ton, Jawa Barat sebesar 215.388 ton.

Ada pun, diperkirakan stok beras nasional per 1 April sebanyak 3,4 juta ton, dengan stok Bulog sebanyak 1,48 juta ton, sok di penggilingan 1.2 juta ton dan di pedagang 728.106 ton.

Baca Juga: Perum Bulog targetkan penyerapan beras tahun 2020 sebesar 1,4 juta ton

Dengan total konsumsi nasional mencapai 1,75 juta ton per bulan dan konsumsi penduduk miskin sebesar 161.000 ton per bulan, maka stok beras tersebut dapat memenuhi konsumsi nasional sepanjang 1,95 bulan ke depan atau 21,20 bulan ke depan untuk konsumsi penduduk miskin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×