kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.931   18,00   0,10%
  • IDX 6.106   69,20   1,15%
  • KOMPAS100 787   10,38   1,34%
  • LQ45 602   6,87   1,15%
  • ISSI 212   2,43   1,16%
  • IDX30 335   4,43   1,34%
  • IDXHIDIV20 428   5,03   1,19%
  • IDX80 90   1,13   1,27%
  • IDXV30 116   1,25   1,09%
  • IDXQ30 109   1,29   1,20%

Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik, Ini Kata Ekonom dan YLKI


Kamis, 03 Maret 2022 / 20:22 WIB
ILUSTRASI. Petugas SPBU Coco 4150201 Jalan Ahmad Yani Semarang melayani konsumen, Rabu (6/10). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Tendi Mahadi

Untuk itu, Tulus mengusulkan agar Premium dihapus 100% untuk meringankan beban subsidi pemerintah. Selain itu, harga Pertamax, Pertamax Turbo dan sejenisnya juga bisa saja dinaikkan, namun harga Pertalite tetap dijaga agar naik.

“Saya kira ini skema yg win win solution. Yang terpenting jenis BBM yang secara massal digunakan masyarakat tidak/belum dinaikkan,” ujar Tulus kepada Kontan.co.id (3/3).

Potensi migrasi ke BBM kualitas lebih rendah

Dendi menilai, potensi terjadinya peralihan penggunaan BBM pada pengguna  Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex ke BBM dengan kualitas yang lebih rendah seperti Pertalite bisa saja terjadi. Jikalau hal ini terjadi, beban kenaikan harga minyak mentah yang ‘ditanggung’ oleh pemerintah dan Pertamina bisa saja meningkat.

“Kalau harga enggak naik kan (beban) semuanya full ke Pertamina dan sebagian ke pemerintah dalam bentuk dana subsidi atau kompensasi. Sekarang (dengan adanya kenaikan Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex) dibebankan juga ke konsumen. Kalau konsumen beralih ke (BBM) yang lebih rendah ya berarti beban Pertamina dan pemerintah akan naik,” terang Dendi.

Tulus juga tidak menafikan, bukan tidak mungkin kenaikan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex bisa mendorong terjadinya  ‘migrasi’ ke BBM dengan kualitas lebih rendah seperti Pertalite. Namun, Tulus berpendapat, pengguna yang menyayangi kendaraannya seharusnya tidak lantas beralih demi menjaga kinerja mesin kendaraannya.

“Mosok mobil mewah minumnya kelas Pertalite?” tutur Tulus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×