kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Henkel Tawarkan Solusi Efisiensi Infrastruktur Migas di IPA Convex 2026


Kamis, 21 Mei 2026 / 16:57 WIB
Henkel Tawarkan Solusi Efisiensi Infrastruktur Migas di IPA Convex 2026
ILUSTRASI. Henkel Tawarkan Solusi Efisiensi Infrastruktur Migas di IPA Convex 2026 (Dok. Henkel/Henkel)


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Henkel menampilkan sejumlah solusi perlindungan dan perbaikan aset di IPA Convex 2026, seiring meningkatnya kebutuhan industri migas terhadap teknologi yang dapat menjaga fasilitas tetap andal dan efisien dalam jangka panjang.

Rangkaian solusi yang diperkenalkan meliputi LOCTITE untuk meningkatkan keandalan mesin dan peralatan produksi, STOPAQ untuk perlindungan korosi jangka panjang, CSNRI untuk perbaikan dan penguatan struktur pipa proses maupun saluran pipa, serta Mascoat berupa lapisan isolasi termal dan perlindungan UV yang digunakan di berbagai industri berat.

“Kebutuhan akan solusi yang dapat memperpanjang umur aset dan meningkatkan efisiensi energi telah menjadi prioritas utama perusahaan dalam mendukung keberlanjutan industri minyak dan gas di Indonesia,” kata Hugo Quintanilla, Head of Infrastructure Protection & Repair APAC at Henkel Adhesive Technologies, dalam keterangannya, Kamis (21/5).

Memasuki tahun 2026, industri migas di Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Dorongan peningkatan produksi nasional, mengalami tantangan aging infrastructure di sebagian besar aset yang telah beroperasi selama beberapa dekade, sehingga memerlukan perawatan lebih intensif yang berisiko membebani efisiensi operasional.

Baca Juga: Baja Impor Wajib SNI Mulai Berlaku, Industri Lokal Diyakini Diuntungkan

Hugo menekankan pentingnya pergeseran strategi pengelolaan aset dari pendekatan reaktif menjadi preventif guna menekan biaya operasional. Menurutnya, biaya perbaikan darurat dan hilangnya produksi jauh lebih mahal dibandingkan investasi preventif, mengingat satu jam downtime secara global dapat menimbulkan kerugian hingga hampir US$ 500.000.

“Dengan solusi andal yang ditawarkan Henkel, kebutuhan akan perbaikan jangka pendek yang berulang dapat dikurangi secara signifikan, sekaligus meminimalkan risiko kegagalan aset kritis,” tambah Hugo.

Teknologi Henkel telah terbukti digunakan dalam berbagai proyek strategis nasional, mencakup ratusan aplikasi perpipaan mulai dari Sumatra hingga Kalimantan.

Pengalaman implementasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap solusi perlindungan aset di Indonesia terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan aktivitas industri dan konsumsi energi di dalam negeri.

“Bagi Henkel, Indonesia bukan hanya memiliki potensi besar, tetapi juga akan terus berkembang dalam jangka panjang, terutama di sektor energi dan industri berat,” kata Hugo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×