kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Hino geber penjualan truknya sebanyak 36.000 unit di tahun 2020


Selasa, 21 Januari 2020 / 15:33 WIB
ILUSTRASI. PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI)


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Agen Pemegang Merek (APM) truk Hino masih optimistis mengerek penjualannya di tahun ini. Meski tantangan yang dirasakan cukup berat bagi kendaraan komersil yang juga terdampak dari bisnis komoditas.

Terkait bisnis batu bara misalnya, Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mengatakan bahwa kalau harga membaik tentu dibarengi produksi yang meningkat. Hal tersebut akan mempengaruhi kebutuhan truk sebagai saran pengangkutan batu bara di jalur darat.

Baca Juga: Ini harga Xmax dan Aerox 155 Maxi Signature on the road, varian skutik anyar Yamaha

Dengan kondisi harga batu bara saat ini produksi diperkirakan menyusut dan dikhawatirkan berdampak bagi belanja kendaraan truk pertambangan. "Walau demikian produksi mereka tak mungkin langsung mati dan masih ada tempat bagi demand truk," terang Santiko kepada Kontan.co.id, Selasa (21/1).

Selain pertambangan, sektor komoditas perkebunan seperti sawit ditengarai bakal naik daun di tahun ini. Hal ini bisa menjadi peluang bagi permintaan truk, baik dari light, medium hingga heavy duty, namun kata Santiko harga CPO yang baik diharapkan dapat berbarengan dengan kenaikan supply dan demand-nya yang bakal berefek positif bagi sarana pengangkutan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×