kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Indofarma (INAF) gandeng Mylan luncurkan obat biosimilar untuk kanker payudara


Selasa, 18 Februari 2020 / 16:28 WIB
Indofarma (INAF) gandeng Mylan luncurkan obat biosimilar untuk kanker payudara
Presiden Direktur PT Indofarma Tbk (INAF) Arief Pramuhanto bersama Dr Harish TVN, Associate Vice President-Mylan, South-East Asia & Head of Commercial Operation in Indonesia di Jakarta (18/2/2020).


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan farmasi global, Mylan bersama PT Indofarma Tbk (INAF) meluncurkan obat biosimilar untuk kanker payudara dengan bahan aktif Trastuzumab pertama di dunia.

Produk ini akan dipasarkan oleh Indofarma dengan nama Hertaz. Adapun obat kanker ini diklaim harganya lebih murah dibandingkan obat biosimilar lainnya. 

Baca Juga: Bangun industri alat kesehatan, Indofarma (INAF) fokus penuhi pasar domestik

Asal tahu saja urgensi pembuatan obat kanker payudara yang lebih ekonomis karena melihat tingkat prevelensi kanker payudara di Indonesia yang semakin besar. Ditambah BPJS tidak lagi menjamin obat kanker payudara Trastuzumab atau Herceptin. 

Melansir data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka kejadian tertinggi penyakit kanker untuk perempuan adalah kanker payudara sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. 

Adapun menurut World Health Organization, lebih dari 58.000 kasus baru kanker payudara dalam setahun dilaporkan di Indonesia pada 2018.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×