Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri makanan dan minuman kembali menunjukkan keterlibatannya dalam mendukung gaya hidup sehat sekaligus mendorong agenda keberlanjutan. AQUA hadir di ajang lari internasional di Gianyar, Bali, dengan menyediakan kebutuhan hidrasi bagi 13.000 pelari serta memperkenalkan konsep ekonomi sirkular yang menjadi fokus perseroan dalam beberapa tahun terakhir.
Selain menghadirkan hydration station di sepanjang lintasan, AQUA juga mengelola sampah kemasan pasca-acara melalui kerja sama dengan komunitas lokal dan mitra pengolahan sampah. Tahun ini, pengelolaan dilakukan bersama Mahkota Giovey Abadi, melanjutkan kolaborasi serupa yang pada 2024 berhasil mengumpulkan 1.815 kilogram sampah.
Arif Mujahidin, Corporate Communications Director Danone Indonesia menuturkan, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen keberlanjutan industri air minum dalam kemasan.
“Kami ingin memastikan kebutuhan hidrasi terpenuhi sekaligus mendorong kesadaran bahwa olahraga dan kesehatan lingkungan berjalan beriringan. Konsep ekonomi sirkular kami yakini dapat diterapkan secara nyata di Bali,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (29/8/2025).
Baca Juga: Aqua Perkuat Komitmen Terhadap Gaya Hidup Sehat dan Keberlanjutan
Inisiatif tahun ini juga mencakup booth edukasi keberlanjutan dengan vending machine interaktif yang menjelaskan inovasi AQUA Life—produk dengan kemasan 100% daur ulang dan 100% dapat didaur ulang. Edukasi ini dilengkapi Circularity Tour yang mengajak peserta berkunjung ke fasilitas daur ulang, melihat proses produksi botol daur ulang di pabrik Mambal, hingga melakukan plogging di area sekitar.
Widya Permana, Project Director Maybank Marathon menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini. Menurutnya, aspek hidrasi dan keberlanjutan adalah dua elemen penting yang sangat relevan bagi para pelari dan krusial untuk kesuksesan event ini. Kolaborasi ini tidak hanya memastikan peserta tetap terhidrasi dengan baik, tetapi juga menunjukkan bahwa olahraga dan pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan.
Baca Juga: Begini Inovasi Aqua Mengelola DAS Secara Terintegrasi
"Kolaborasi ini mencerminkan kepedulian pelaku sektor makanan-minuman dan perbankan dalam mendukung agenda keberlanjutan yang selaras dengan strategi Maybank Group M25+ untuk menjadi pemimpin ESG di kawasan ASEAN," ujarnya.
Sejak 2018, Bali menjadi laboratorium keberlanjutan bagi AQUA. Dengan dukungan ekosistem pengumpulan yang mencakup lebih dari 100 bank sampah, 11 collection center, dan 10 mitra recycling business unit, perusahaan mengklaim berhasil mengumpulkan lebih dari 31.500 ton sampah plastik setiap tahunnya secara nasional.
Langkah ini dinilai sejalan dengan tren industri minuman kemasan yang semakin menekankan aspek ESG (environmental, social, governance). Bagi Bali sendiri, implementasi ekonomi sirkular dipandang mampu memberikan nilai tambah ekonomi melalui pengolahan sampah plastik menjadi bahan baku baru.
"Dengan menyediakan air berkualitas dan menghadirkan edukasi lingkungan, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya hidrasi dan tanggung jawab terhadap sampah plastik” tutup Arif.
Baca Juga: AQUA dan Mitra Implementasikan Konservasi Air Berbasis PJL di Sub DAS Pusur
Selanjutnya: Dian Swastatika (DSSA) Gandeng Perusahaan Filipina Kembangan Geothermal 440 MW
Menarik Dibaca: Ini 4 Resep Merek Sepatu Lokal Mario Minardi Bertahan Lebih dari 40 tahun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News