kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Industri makanan dan minuman ajukan impor garam 535.000 ton


Selasa, 30 Januari 2018 / 20:51 WIB
Industri makanan dan minuman ajukan impor garam 535.000 ton
ILUSTRASI. Minuman Non Alkohol


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun 2018 ini, industri makanan dan minuman di Indonesia mengajukan impor garam sebanyak 535.000 ton. Namun, yang disetujui pemerintah hanya 460.000 ton.

“Tahun 2018 kami mengajukan permintaan impor 535.000 ton untuk Mamin (Makan dan Minuman) saja dan disetujui 460.000 ton. Karena dengan asumsi bisa menyerap garam dalam negeri sekitar 70.000,” ujar Ketua Gabungan Industri Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman kepada wartawan di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (30/1).

Adhi mengatakan berdasarkan proyeksi Kementerian Kelautan dan Perikanan, tahun ini produksi garam dalam negeri sebanyak 1,6 juta ton. Sementara kebutuhan untuk seluruh industri termasuk makanan dan minuman sebesar 3,7 juta ton. Sementara stok yang ada saat ini hanya 87.000 ton.

“Tinggal pengaturannya saja, kalau memang panennya melimpah, impornya dikurangi, tetapi degan catatan mutunya harus sesuai dengan yang diinginkan industri,”ujarnya.

Menurutnya, minimum kadar air untuk garam industri makanan dan minuman sebesar 0,5%. Tetapi kebanyakan stok garam di dalam negeri memiliki kadar garam 4-5%. Karena itulah, pihaknya mengajukan izin impor garam 535.000 ton, meski hanya disetujui sebanyak 460.000 ton.

“Yang kita bisa pakai hanya sebaian kecil [garam dalam negeri]. Contoh di PT Garam bisa, kemudian di beberapa daerah di Madura bisa dipakai untuk industri, tetapi selebihnya di pantai utara Jawa itu kebayakan kualitasnya tidak bisa dipakai,”ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×