kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.974   61,00   0,34%
  • IDX 5.730   87,08   1,54%
  • KOMPAS100 742   14,13   1,94%
  • LQ45 561   7,80   1,41%
  • ISSI 199   2,71   1,38%
  • IDX30 318   3,44   1,09%
  • IDXHIDIV20 390   1,15   0,30%
  • IDX80 84   1,28   1,55%
  • IDXV30 107   -0,08   -0,08%
  • IDXQ30 102   0,61   0,60%

Industri tekstil akan genjot ekspor pakaian ke negara EFTA


Senin, 17 Desember 2018 / 17:55 WIB
ILUSTRASI. INDUSTRI TEKSTIL


Reporter: Lita Febriani | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) akan genjot produksi untuk ekspor ke negara anggota European Free Trade Assoction (EFTA). Hal ini dilakukan usai pemerintah Indonesia menandatangani perjanjian ekonomi komprehensif dengan empat negara eropa yaitu Swiss, Islandia, Norwegia dan Leichtenstein.

"Tentu kita akan genjot ekspor ke sana. Jadi dua kali lipat dari ekspor tahun ini," tutur Ketua API Ade Sudrajat Usman saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (17/12). Saat ini nilai ekspor tekstil Indonesia ke Eropa baru mencapai US$ 28,3 juta. Ekspor tersebut berasal dari pakaian jadi.

Perjanjian Indonesia - EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE - CEPA) ditandantangani pada Minggu (16/12) di gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta. Isi perjanjian tersebut salah satunya ialah penghapusan biaya cukai masuk sebesar 98% - 99% untuk produk tekstil.

Selain produk tekstil, Indonesia juga diberi penghapusan biaya cukai masuk untuk emas, ikan, alas kaki, kopi, mainan, furniture, peralatan listrik, mesin, sepeda, ban dan palm oil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×