Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli
Adapun untuk batubara, Bambang mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya sebanyak 149 miliar ton dengan jumlah cadangan mencapai 37,6 miliar ton.
Berdasarkan nilai kalori, 59% Sumber daya batubara yang dimiliki Indonesia itu terdiri dari batubara dengan kalori medium (5.100-6.100 kal/gr), 31% batubara low rank (di bawah 5.100 kal/gr), 7% batubara high rank (6.100-7.100 kal/gr), dan 3% merupakan batubara dengan very high rank (di atas 7.100 kal/gr).
Bambang menegaskan, dilihat dari jumlah cadangan terbukti, batubara yang dimiliki Indonesia tidak lah begitu besar. Indonesia masih kalah jauh di bawah Amerika Serikat, Rusia, Australia, China, dan India. Cadangan terbukti batubara yang dimiliki Indonesia, hanya sebesar 3,5% dari total cadangan terbukti dunia.
Baca Juga: Wabah virus corona, BUMI siapkan protokol darurat untuk bekerja dari rumah
Kendati begitu, ekspor batubara Indonesia menjadi yang terbesar secara global. "Kalau dari sisi cadangan terbukti, menunjukkan bahwa Indonesia tidak begitu besar. Tapi kita punya ekspor yang paling besar," kata Bambang.
Menurutnya, hal tersebut terjadi lantaran penggunaan batubara dalam negeri Indonesia belum signifikan. Bambang bilang, laju kenaikan produksi batubara Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan serapan batubara domestik.
"Karena penggunaan (batubara) di dalam negeri masih belum signifikan kenaikannya. Lebih cepat kenaikan produksinya, daripada kenaikan penggunaan dalam negeri," terang Bambang.
Baca Juga: Vale (INCO) mengklaim virus corona tak mengganggu ke penjualan nikel matte
Adapun, produksi batubara pada tahun ini ditargetkan mencapai 550 juta ton dengan volume ekspor sebanyak 395 juta ton dan domestik sebesar 155 juta ton.
Hingga 6 Maret 2020, realisasi produksi batubara sudah di angka 94,72 juta ton atau 17,22% dari target. Volume ekspor pada periode tersebut tercatat sebesar 30,24 juta ton dan serapan domestik seebsar 16,37 juta ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News