kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.710   66,66   1,18%
  • KOMPAS100 737   9,37   1,29%
  • LQ45 559   6,28   1,14%
  • ISSI 199   2,38   1,21%
  • IDX30 317   2,80   0,89%
  • IDXHIDIV20 390   0,80   0,21%
  • IDX80 84   1,03   1,25%
  • IDXV30 107   -0,11   -0,11%
  • IDXQ30 102   0,46   0,45%

Ini sebab Intiland Development fokus sasar market menengah


Kamis, 28 Januari 2021 / 15:14 WIB
ILUSTRASI. Perkantoran dan apartemen South Quarter yang dikembangkan Intiland di Jakarta Selatan.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Noverius Laoli

Pemilihan properti rumah tapak sebagai andalan perusahaan juga lantaran penjualan properti ini lebih baik dibandingkan penjualan apartemen, khususnya sepanjang tahun lalu. Lalu, pasar primer untuk segmen rumah tapak juga stabil sepanjang 2020.

"Kami melihat penjualan rumah tapak lebih cepat bergerak dibanding properti lain karena gencarnya kombinasi antara inovasi produk dan strategi pricing, diikuti kerjasama program pembiayaan konsumen dengan bank pemberi KPR yang menawarkan banyak kemudahan cara bayar. Selain itu, preferensi masyarakat untuk memiliki rumah yang berdiri di lahan sendiri memang masih tetap tinggi," jelasnya.

Kendati begitu, DILD juga masih akan terus melanjutkan pengembangan proyek apartemennya. Tahun ini, perusahaan tetap fokus melanjutkan pengembangan proyek eksisting seperti Fifty Seven promenade di Thamrin, SQ Res di TB Simatupang, Regatta di Pantai Mutiara. Untuk itu, sepanjang 2021 DILD menganggarkan belanja modal sebesar Rp 1,5 triliun.

Selanjutnya: Hadapi tekanan penyewaan ruang kantor, begini strategi Intiland (DILD) ke depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×