kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.985   72,00   0,40%
  • IDX 5.641   -2,58   -0,05%
  • KOMPAS100 727   -0,51   -0,07%
  • LQ45 552   -0,61   -0,11%
  • ISSI 197   0,30   0,15%
  • IDX30 314   -0,26   -0,08%
  • IDXHIDIV20 389   -0,39   -0,10%
  • IDX80 83   -0,09   -0,11%
  • IDXV30 107   0,26   0,24%
  • IDXQ30 102   -0,07   -0,07%

Instagram diramalkan jadi "tambang emas"


Kamis, 21 April 2016 / 19:23 WIB


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Instagram bakal jadi "tambang emas" Facebook tahun ini. Setidaknya, hal tersebut yang diprediksi oleh firma analis Credit Suisse Group AG.

Menurut hasil kajian, pendapatan Instagram pada kuartal pertama 2016 diharapkan berada pada kisaran 572 juta dollar AS hingga 3,2 miliar dollar AS. Nominal itu setara dengan Rp 7,5 triliun sampai Rp 42 triliun.

Hal tersebut tak lepas dari ramainya perusahaan yang beriklan via Instagram dalam format video. Pimpinan analis Stephen Ju bahkan optimistis bahwa iklan TV masa depan akan beralih ke Instagram. 

Pasalnya, Instagram mengakomodasi kemudahan-kemudahan bagi pengiklan. Di antaranya, proses monitor yang lebih jelas, harga terjangkau, dan algoritma yang spesifik dalam menyasar target pasar. 

"Brand besar dengan mudah bermigrasi dari iklan TV ke Instagram," kata Ju, sebagaimana dilaporkan Bloomberg dan dihimpun KompasTekno, Kamis (21/4/2016). 

Terlebih lagi, basis pengguna Instagram terus meningkat. Ketika diakuisisi kali pertama oleh Facebook pada 2012 silam, Instagram hanya memiliki 30 juta pengguna. Jumlah itu berlipat ganda menjadi 400 juta pengguna pada September 2015 lalu.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan jumlah pengguna Instagram paling signifikan. "Di antara 100 juta pengguna baru, lebih dari setengahnya berasal dari Eropa dan Asia. Paling banyak dari Brasil, Jepang, dan Indonesia," begitu yang tertera pada blog resmi Instagram.

Jika dulu Instagram dibeli seharga 1 miliar dollar AS atau setara Rp 13 triliun oleh Facebook, kini nilainya bisa naik berkali-kali lipat. (Penulis: Reza Wahyudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×