kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Izin usaha tambang jadi barang dagangan?


Rabu, 24 September 2014 / 17:48 WIB
Izin usaha tambang jadi barang dagangan?
ILUSTRASI. Deretan Konser K-Pop yang akan tampil di Indonesia: dari Suga BTS hingga Red Velvet, yuk catat tanggalnya!


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Direktur (Presdir) PT Newmont Nusa Tenggara, Martiono Hadianto menuturkan Indonesia merupakan negara yang pemerintahnya sangat mudah memberikan izin usaha pertambangan.

Setidaknya ada 10.680 izin usaha pertambangan yang dikeluarkan. "Setahu saya hanya Republik Indonesia yang berikan izin paling banyak. Ini maksudnya apa?" kata Martiono dalam peluncuran buku Nasionalisme Migas, Jakarta, Rabu (24/9).

Namun, yang menjadi pertanyaan Martiono, mengapa pemerintah Indonesia sangat mudah mengeluarkan izin tersebut. "Yang saya dengar ternyata izin itu jadi barang dagangan. Kalau jadi barang dagangan, apa iya?" lanjut dia.

Martiono juga mempertanyakan, bahwa pelaku usaha pertambangan hanya dijadikan sebagai sumber untuk kepentingan politik, seperti yang dikabarkan berbagai media. "Sumber berbagai macam pemilu. Pemilu daerah, Pilkada. Lha apa itu?" imbuhnya.

Padahal, Martiono mengklaim, sebagian besar diantara 10.680 penerima izin usaha pertambangan tersebu bukanlah pelaku tambang, dan hanya trader. Kalaupun betul-betul pelaku tambang, banyak di antara mereka yang berskala kecil.

Martiono skeptis pelaku usaha tambang kecil bisa mengurusi dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan tambang mereka. "Terus komitmen mereka untuk memelihara lingkungan, corporate social responsiblity, apa bisa perusahaan kecil ini?" tukas dia. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×