kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Jaga Daya Beli, Kenaikan Harga Gas Hulu Harus Diikuti Insentif yang Mendukung


Minggu, 15 Oktober 2023 / 18:37 WIB
Jaga Daya Beli, Kenaikan Harga Gas Hulu Harus Diikuti Insentif yang Mendukung
ILUSTRASI. Fasilitas migas lepas pantai Pertamina Hulu Energi (PHE).


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

Aris menjelaskan, insentif yang akan diberikan di sisi hulu perlu dipertimbangkan dampaknya bagi penerimaan negara serta keekonomian bagi KKKS. 

Kemudian, dari sisi konsumen atau industri, dapat dilihat lebih jauh kegunaan dari gas bumi tersebut. Apakah sebagai bahan baku atau sebagai bahan bakar. Kemudian gas tersebut digunakan untuk kebutuhan domestik ataukah ekspor.

“Jika digunakan untuk domestik bisa diperinci lagi, apakah digunakan untuk produk kategori subsidi seperti pupuk atau bukan. Jika dalam kategori subsidi tentunya produk dari industri tersebut yang nantinya dapat kompensasi dari pemerintah dalam bentuk subsidi,” terangnya. 

Jika produk industri diperuntukkan untuk ekspor, agar memiliki daya saing dengan industri sejenis di pasaran, dapat juga diberikan insentif di sektor perpajakan dan lainnya.

“Sehingga secara makro ekonomi Indonesia perlu dikaji lebih lanjut pengurangan pendapatan negara dari sektor migas akibat pemberian insentif di sisi hulu dengan multiplier effect yang dihasilkan oleh industri seperti pertambahan penyerapan tenaga kerja di sisi hilir,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×