kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Jaga pasokan nikel, Vale Indonesia (INCO) siapkan rencana jangka panjang penambangan


Selasa, 05 Oktober 2021 / 18:07 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas alat berat di lokasi penambangan nikel milik Vake Indonesia (INCO)


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan nikel di sejumlah smelter yang akan dibangun perusahaan.

Direktur Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan, perusahaan melakukan penambangan sendiri dan langsung diolah di pabrik pengolahan di Sorowako. Ini dilakukan agar INCO tidak melakukan transaksi jual beli nikel ore dengan penambang lain.

Adapun dalam beberapa tahun mendatang, INCO berencana untuk membangun sejumlah smelter seperti Smelter Pomalaa dan Smelter Bahodopi.

"Tentunya kami memiliki rencana jangka panjang penambangan untuk memenuhi kebutuhan pabrik pengolahan yang ada saat ini dan yang akan dibangun dalam waktu 5 tahun yang akan datang," jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (5/10).

Baca Juga: Vale Indonesia akan membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) sebesar 500 MW

 

Nantinya, lanjut Bernardus, Smelter di Pomalaa akan di supply 100% dari penambangan di konsesi Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Demikian juga untuk Smelter Bahodopi, INCO akan mencukupi dari Tambang Bahodopi, Sulawesi Tengah.

"Adapun secara keseluruhan, saat ini fasilitas pengolahan Sorowako rata-rata volume produksi nikel per tahunnya mencapai 75.000 metrik ton," tandasnya.

Dalam memproduksi nikel di Blok Sorowako, Vale Indoensia menggunakan teknologi pyrometalurgi (meleburkan bijih nikel laterit).

Selanjutnya: Ini sentimen yang membuat rupiah menguat pada perdagangan hari ini (5/10)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×