Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) optimistis kinerja pada semester II-2026 dapat melanjutkan pertumbuhan seperti semester pertama lalu.
Manajemen OMED meyakini realisasi kinerja penjualan tahun ini dapat melampaui target penjualan awal yang sebesar Rp 2,3 triliun.
Direktur Operasional OMED Leonard Hariadi Hartanto mengatakan, penjualan perusahaan biasanya lebih tinggi pada semester kedua dengan kontribusi sekitar 55%, dibandingkan 45% pada semester I.
"Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, penjualan kami itu biasanya ada musiman, dimana 45% di semester I dan 55% di semester II. Kalau kita lihat dari historical, harusnya bisa tercapai karena masih ada 55% untuk di semester II ini," ujar Leonard, dalam konferensi pers, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga: Anabatic Technologies (ATIC) Optimistis Kinerja 2026, Ekspansi Bisnis Berlanjut
Dengan melihat pola tersebut, manajemen memperkirakan target pendapatan Rp 2,3 triliun pada tahun ini dapat terlampaui. Manajemen memasang target baru di kisaran Rp 2,5 triliun-Rp 2,6 triliun.
Untuk mencapai target tersebut, segmen medical disposable and device masih menjadi salah satu motor pertumbuhan OMED pada semester II-2026.
Selain itu, perusahaan akan memperkuat jaringan retail dan distribusi. OMED juga berencana menambah satu jaringan retail baru pada tahun ini, yakni di wilayah Jakarta.
Untuk distribusi, perseroan belum memiliki rencana menambah jaringan baru. Fokus OMED adalah memperkuat jaringan distribusi yang telah ada.
"Karena sejak ada berdirinya gudang yang di Jakarta, yang di Pulogadung, kita ada strategi misalnya di kota-kota yang lebih dekat, contoh Bandar Lampung, Pontianak, Batam itu sekarang pengirimannya sudah kita distribusikan dari Jakarta," katanya.
Menurut Leonard, strategi tersebut dapat memperpendek waktu pengiriman ke sejumlah wilayah sehingga dapat memperkuat kemampuan pasokan le depan.
Baca Juga: BAKTI Siapkan Exit Strategy untuk Infrastruktur Digital di Wilayah 3T
Di sisi lain, OMED masih menghadapi tantangan pada bisnis ekspor. Target ekspor sebesar US$1 juta-US$1,5 juta pada tahun ini diperkirakan belum dapat terealisasi karena terdapat beberapa proyek yang tertunda.
"Mungkin nanti target barunya ini lagi kita garap ya karena kita juga masih berdiskusi untuk proyek-proyek baru dengan customer kita," jelas Leonard.
OMED tercatat membukukan penjualan bersih sebesar Rp 1,167 triliun pada semester I-2026, meningkat 26% dibandingkan Rp 925,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi bottom line, OMED membukukan laba bersih sebesar Rp 221,5 miliar, meningkat 43,2% yoy dari Rp 154,7 miliar. Sementara Laba per saham dasar (EPS) naik menjadi Rp 8,12 per saham dari Rp 5,68 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
