Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) memandang prospek industri alat kesehatan pada 2026 masih cukup resilien di tengah berbagai tekanan global.
Direktur Marketing & Sales OMED, Louis Hartanto, menyatakan bahwa outlook bisnis tahun ini secara umum cukup menantang dengan adanya ketegangan politik, khususnya di kawasan Timur Tengah yang berpotensi menekan stabilitas harga minyak dan berdampak ke rantai pasok bahan baku.
Meski demikian, OMED tetap optimistis dapat menjaga pertumbuhan kinerja. Hal ini ditopang oleh karakter industri kesehatan yang cenderung defensif terhadap tekanan ekonomi global.
“Untuk 2026 kami lihat woundcare dan disposable masih akan bertumbuh, terutama woundcare yg konsisten tumbuh double digit (mid teens),” ungkap Louis, kepada KONTAN, Jumat (27/3/2026).
Baca Juga: Menteri Bahlil Jelaskan Maksud Relaksasi Terukur dalam Produksi Batubara dan Nikel
Untuk meredam potensi gangguan pasokan, OMED telah menyiapkan strategi penguatan supply chain. Menurutnya, yang menjadi kendala saat ini adalah harga yang tidak stabil.
Salah satunya strategi yang dijalankan adalah penyediaan cadangan bahan baku dan barang jadi dalam jumlah yang memadai untuk beberapa bulan ke depan.
“Strategi untuk menjaga supply chain yaitu kami memiliki cadangan inventory yang cukup resilient, yakni 90 hari raw material + 90 hari finished good. Sehingga bisa dibilang untuk kuartal I dan kuartal II 2026 kami melihat dampaknya masih relatif minimal,” jelasnya.
Selain itu, perusahaan juga menjaga ketahanan keuangan guna mengantisipasi gejolak eksternal. OMED memiliki posisi kas dan setara kas yang kuat, serta telah menyiapkan eksposur valuta asing dalam mata uang RMB dan dolar AS.
Dengan langkah tersebut, OMED berharap dapat menjaga stabilitas operasional dan margin di tengah ketidakpastian global, sembari tetap mengincar pertumbuhan sepanjang 2026.
Baca Juga: Potensi Ekonomi Limbah Sawit Sangat Besar, Bisa Mencapai Rp 28 Triliun per Tahun
“Namun tentu kami berharap situasi geopolitik segera kondusif terutama harga energi juga segera stabil. Selain itu, neraca, kas dan setara kas kami juga berada di level yg cukup tinggi yaitu lebih dari Rp 1,2 triliun,” sebut Louis.
OMED tercatat membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,06 triliun pada 2025, meningkat 9,4% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp1,89 triliun pada tahun 2024.
Laba tahun berjalan juga meningkat 13,9% YoY menjadi Rp368,9 miliar dibandingkan Rp324,0 miliar pada tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













