Reporter: Zendy Pradana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mencatatkan penjualan selama Lebaran tahun 2026. Catatan penjualan tersebut terhitung secara kumulatif angkutan lebaran 2026 hingga Selasa (31/3/2026).
Berdasarkan data operasional yang dicatat PT KAI, pada 30 Maret 2026 KAI melayani 182.726 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dengan tingkat okupansi 111,8 persen.
Kemudian, untuk hari ini, Selasa (31/3/2026) sekira pukul 10.00 WIB, penjualan tiket KA Jarak Jauh telah mencapai 133.541 tiket atau 82,9 persen dari kapasitas harian. Angka ini masih berpotensi bertambah seiring penjualan yang berlangsung hingga malam hari.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan bahwa pola mobilitas Lebaran 2026 mempunyai pergerakan yang lebih merata sejak awal periode.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran, KAI: Kursi Kereta Api Jarak Jauh Masih Tersedia Puluhan Ribu
"Sejak pertengahan Maret, volume pelanggan terus meningkat dan tetap tinggi hingga fase arus balik. Kereta api menjadi pilihan karena kepastian jadwal dan kenyamanan perjalanan,” ujar Anne Purba dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/3/2026).
Anne menjelaskan bahwa secara kumulatif, penjualan tiket Angkutan Lebaran hingga 31 Maret 2026 pukul 10.00 WIB mencapai 4.978.544 tiket dari total kapasitas 4.498.696 tempat duduk atau 110,7 persen.
Adapun rincian penjualannya, yakni layanan KA Jarak Jauh mencatat 4.170.700 pelanggan atau 116,8 persen dari kapasitas 3.571.760 tempat duduk. Sementara itu, KA Lokal melayani 807.844 pelanggan atau 87,2 persen dari kapasitas 926.936 tempat duduk.
Kemudian, periode 11 hingga 30 Maret 2026, KAI telah melayani 4.713.332 pelanggan, terdiri dari 3.933.973 pelanggan KA Jarak Jauh dan 779.359 pelanggan KA Lokal. Peningkatan volume terjadi secara bertahap dan mencapai puncak pada fase arus balik.
Baca Juga: KAI Catat 3,6 Juta Tiket Terjual Hingga 19 Maret, Masih Ada Tiket Tersedia
Volume harian pelanggan KA Jarak Jauh menunjukkan tren kenaikan signifikan, khususnya pada periode 22 hingga 24 Maret yang menjadi fase tertinggi, dengan masing-masing mencapai 242.810, 247.025, dan 250.650 pelanggan per hari.
"Pergerakan pelanggan tidak terkonsentrasi pada satu waktu tertentu. Pola ini membuat arus balik tetap tinggi, dengan aliran penumpang yang terjaga sepanjang periode,” kata Anne.
Selanjutnya, Anne menuturkan bahwa Sepanjang periode tersebut, KAI mengoperasikan 8.844 perjalanan kereta api dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,80 persen dan ketepatan waktu kedatangan sebesar 98,86 persen.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Aturan 1 Hari WFH dalam Sepekan, KAI: Layanan Tetap Optimal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













