Reporter: Zendy Pradana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah saat ini hanya tinggal menunggu keputusan dari Presiden RI Prabowo Subianto mengenai kebijakan 1 hari Work From Home (WFH) dalam sepekan untuk ASN dan pekerja swasta. Tujuannya, untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) yang kini semakin langka karena harga yang melonjak jauh.
Dengan adanya kebijakan tersebut, maka kemungkinan akan berdampak pada usaha moda transportasi karena adanya keterbatasan pergerakan masyarakat.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan tetap akan mendukung kebijakan dari pemerintah. PT KAI menyebut memang kebijakan tersebut dilakukan dalam rangka efisiensi energi nasional.
Meski begitu, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa pelayanan KAI akan tetap beroperasi seperti biasanya di tengah adanya kebijakan 1 hari WFH dalam sepekan.
"KAI memastikan layanan tetap berjalan optimal melalui operational excellence, baik pada layanan perkotaan maupun kereta api jarak jauh," ujar Anne Purba saat dikonfirmasi Kontan, Minggu (29/3/2026).
Baca Juga: Kebijakan WFH Satu Hari Sepekan Bisa Tekan Pendapatan Pengemudi Ojol Hingga 20%
Anne menuturkan bahwa KAI juga sudah pernah melakukan upaya efisiensi. Bahkan upaya efisiensi itu dilakukan dalam beberapa tahun terakhir belakangan ini.
"KAI memperkuat efisiensi energi melalui berbagai inisiatif, yakni penggunaan energi terbarukan seperti solar panel di berbagai fasilitas operasional, serta pemanfaatan bahan bakar ramah lingkungan seperti Biosolar B40 pada lokomotif dan genset," jelas Anne.
Anne menjelaskan bahwa PT KAI tetap mengutamakan ketepatan waktu dan keandalan perjalanan. Sebab, hal itu adalah bagian dari kualitas layanan kepada masyarakat.
"Selama Februari 2026, kinerja on time performance perjalanan KA penumpang tercatat 99,84 persen untuk keberangkatan dan 97,61 persen untuk kedatangan, mencerminkan konsistensi operasional yang tetap terjaga," ungkap Anne.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan, kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi ASN dan pekerja swasta kini tinggal menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Operasional Whoosh Tetap Berjalan Lancar Meski Pemerintah Terapkan WFH Satu Hari
"Setelah ada arahan Bapak Presiden, baru nanti diumumkan resmi. Sabar, sabar saja," ujar Tito saat ditemui di Istana, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Tito menjelaskan, para menteri terkait sudah melakukan rapat pematangan mengenai kebijakan tersebut pada Selasa (24/3/2026) kemarin.
Tito sendiri mengaku tidak masalah jika ASN di lingkungan Kemendagri dan pemerintah daerah (pemda) WFH satu hari dalam sepekan.
Ia menyebut, pemerintah telah memiliki pengalaman menerapkan sistem kerja serupa saat pandemi Covid-19.
"Kemendagri itu 25 persen WFO jalan juga. Jadi, bukan sesuatu yang baru, tapi kita punya pengalaman," katanya.
Dia pun akan memberikan penjelasan kepada kepala daerah terkait kebijakan WFH tersebut.
"Hal-hal yang esensial seperti angkutan, kemudian yang melayani emergency, rumah sakit, kebersihan, harus tetap jalan," sambung Tito.
Meski demikian, Tito enggan membocorkan lebih jauh perihal kebijakan WFH 1 hari ini, termasuk hari apa yang akan dipilih.
Baca Juga: Pemerintah Ingin Terapkan WFH Satu Hari Sepekan, Begini Respon Commuter Line
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













