kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Kalla Group menyebut sektor energi bakal jadi penopang pendapatan


Jumat, 09 November 2018 / 18:59 WIB
ILUSTRASI. Perubahan Branding dan Logo Kalla Group


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -MAKASSAR. Kalla Group semakin rajin menggarap proyek pembangkit listrik tenaga air di berbagai daerah. Perusahaan dua tahun kedepan akan menangguk untung dari bisnis pembangkit listrik atau di sektor energi. 

Asal tahu saja, Kalla Group kini memiliki 14 perusahaan yang bergerak di sektor otomotif, transportasi, logistik, manufaktur, properti, dan energi. Sebelumnya lini bisnis dari sektor otomotif masih menjadi kontributor terbesar dari total pendapatan.

Selain dari sektor otomotif, sektor energi juga menyumbang pendapatan cukup banyak. Malah, saat ini kontribusi dari otomotif dan energi bisa dikatakan imbang atau sama. CEO Kalla Group, Solihin Kalla mengungkapkan fokus perusahaan saat ini mulai bergeser ke sektor energi dari otomotif.

Ia mengatakan, saat ini pendapatan dari sektor energi sebesar 30%. Berdasarkan data dari Kalla Group, sampai Agustus 2018 pendapatan Kalla Group mencapai Rp 6,63 triliun naik 8,4% ketimbang tahun lalu Rp 6,12 triliun. "Pendapatan ini di luar dari sektor energi, di luar energi pendapatan kita saat ini otomotif masih menyumbang 60%," katanya, Kamis (8/11).

Solihin mengatakan dua tahun ke depan sektor energi akan menjadi tulang punggung dari Kalla Group. Memang, saat ini perusahaan tengah mengembangkan sektor energi.
Ada beberapa pengembangan Kalla Group di sektor energi. Salah satunya pengembangan PLTA Poso Energy yaitu Poso I, Poso II, dan Poso III dengan total kapasitas energi 600 MW serta memiliki total portofolio 1.500 MW.

Sementara untuk PLTA Mamuju memiliki potensi energi 450 MW, namun saat ini belum beroperasi. "Kita juga mengembangkan PTLA Malea menjadi 120 mw pada 2020," ujarnya, Kamis (8/11).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×