kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.564   166,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kampanye Monkey Management dan Masalah Produktivitas di Tempat Kerja


Kamis, 25 Mei 2023 / 13:16 WIB
Kampanye Monkey Management dan Masalah Produktivitas di Tempat Kerja
ILUSTRASI. Pekerja menyeberang Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2022). Kampanye Monkey Management dan Masalah Produktivitas di Tempat Kerja.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Perusahaan software bisnis HashMicro sedang menjalankan kampanye dengan menggunakan billboard yang menampilkan empat ekor monyet berpakaian seperti karyawan. 

Kampanye ini bertujuan untuk menyoroti masalah manajemen klasik yang sering terjadi di tempat kerja, di mana tanggung jawab sering kali terlempar dari bawahan ke atasan karena kurangnya keterampilan dalam menyelesaikan masalah. 

Business Development Director HashMicro, Lusiana Lu mengatakan, bukan tanpa alasan HashMicro menggunakan visual yang unik ini. 

Baca Juga: Acer Dukung Pemenuhan Kebutuhan Perusahaan, Instansi & UMKM Hadirkan Produk Komersial

“Kami mengangkat konsep manajemen klasik, monkey management, oleh William Ocken Jr.. Tujuannya adalah untuk menunjukkan salah satu masalah produktivitas terbesar di perkantoran,” ungkapnya dalam keterangannya, Kamis (25/5). 

Lusiana melanjutkan, konsep monkey management ini merupakan istilah yang kerap digunakan untuk mendeskripsikan loncatnya tanggung jawab dari bawahan ke atasan akibat individu yang tidak cukup cekatan dalam menyelesaikan masalah. Biasanya hal ini disebabkan oleh terbatasnya sumber daya yang bisa dijadikan acuan untuk mengambil keputusan. 

Di perusahaan yang masih bekerja secara tradisional dan manual, “monyet-monyet” di tempat kerja adalah “penyakit” yang bisa berakibat fatal bagi perusahaan. Karyawan terjebak dalam rutinitas administratif yang berlebihan dan menghambat kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan strategis. 

Permasalahan ini seharusnya bisa diselesaikan dengan teknologi. Tetapi, tidak sedikit perusahaan yang mau melakukan perubahan. Karyawan seperti dipaksa menggunakan peta di saat teknologi GPS tersedia.  

Baca Juga: Peluang Dapatkan Investor Asing lewat UU Baru: PropertyGuru Indonesia CEO & Leaders

Karena itu, teknologi HashMicro bisa menjadi solusi untuk mengintegrasikan seluruh proses bisnis secara end-to-end. Dengan cara kerja yang otomatis dan sistematis, karyawan terhindar dari pekerjaan administratif yang berlebihan, sehingga bisa fokus pada pekerjaan yang mengasah kemampuan mereka, bereksperimen, sehingga mendukung adanya pembelajaran yang berkelanjutan. 

“Singkatnya, HashMicro membantu seluruh stakeholder di perusahaan untuk fokus mengurangi pengeluaran, meningkatkan akurasi bisnis, dan membuka jalan untuk skalabilitas melalui efisiensi operasional,” tutup Lusiana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×