kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Kapasitas produksi industri tekstil tertekan TDL


Kamis, 01 Mei 2014 / 13:49 WIB
ILUSTRASI. Informasi daftar top skor Piala Dunia 2018, pencetak gol terbanyak di Rusia


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kenaikan tarif dasar listrik diperkirakan membuat kapasitas produksi industri tekstil turun sekitar 10% hingga 15%.

Ade Sudrajat Usman, Ketua Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengatakan penurunan produksi itu dikarenakan beban produksi juga meningkat 10%-15%. "Karena beban produksi bertambah, perusahaan harus mengoreksi perencanaan keuangan mereka supaya bisa bertahan, salah satunya dengan kurangi produksi," ujar Ade pada KONTAN, Rabu (30/4).

Ia mengatakan bahwa kenaikkan TDL tersebut mengerek beban produksi industri tekstil sebesar 10%-15%. Catatan saja mulai hari ini, perusahaan akan terkena kenaikan tarif dasar listrik 34% sampai dengan 68%.

Ade mengatakan bisa saja, beban produksi tersebut ditutup oleh kenaikkan harga jual mereka. Namun ia mengatakan pasar Indonesia belum bisa menerima tekstil dengan harga mahal. "Pasar kita belum bisa terima tekstil harga mahal," ujar Ade.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×