kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kelud meletus, produksi gula masih aman


Rabu, 19 Februari 2014 / 17:42 WIB
ILUSTRASI. Ditargetkan pada November 2022, Bandara Kertajati sudah mulai melayani penerbangan umroh. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/ama.


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bila produksi hortikultura tidak terganggu akibat letusan gunung Kelud yang terjadi pada Kamis (13/2) lalu, hal sebaliknya terjadi pada produksi gula. Meski termasuk daerah sentra produksi gula, namun tidak banyak perkebunan tebu di Kediri yang rusak akibat sapuan abu vulkanik atau terjangan lahar dingin dari gunung Kelud.

Aris Toharisman, Direktur Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) mengatakan, wilayah perkebunan tebu di Kediri yang berdampak langsung dari letusan gunung Kelud ini tidak terlalu banyak yakni hanya sekitar 750 hektar (ha). "Yang rusak terutama terjadi pada tanaman tebu yang berumur dibawah 3 bulan," ujar Aris, Rabu (19/2).

Tanaman tebu yang rusak tersebut juga masih dapat direcovery. Usia tanaman yang masih kecil relatif sedikit dibandingkan tanaman yang sudah tua berusia lebih dari 7 bulan. Catatan saja, luas areal perkebunan tebu yang ada di Kediri sendiri mencapai 25.000 ha-30.000 ha.

Catatan saja, di daerah Kediri tersebut terdapat tiga pabrik gula (PG) milik PT Perkebunan Nasional (PTPN X). Ketiga PG tersebut adalah PG Meritjan, PG Pesantren Baru dan PG Ngadirejo. Total kapasitas dari ketiga PG tersebut mencapai 15.000 ton cane per day (TCD).

Mochamad Cholidi Sekretaris Perusahaan PTPN X mengatakan, pihaknya tidak menampik adanya kerusakan tanaman dari areal perkebunan tebu yang ada di areal ketiga PG miliknya. Meski demikian, pihaknya saat ini masih melakukan inventarisir potensi kehilangan bahan baku tebu tersebut.

"Kita masih hitung karena ada lintasan lahar dingin yang mengenai lokasi tanaman tebu juta," kata Cholidi. Dia menambahkan, tidak hanya bahan baku, beberapa bagian dari PG utamanya atap mengalami kerusakan akibat sapuan abu dan kerikil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×