kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Kemenhub: Transportasi di Jakarta alami kemunduran


Rabu, 20 Februari 2013 / 12:05 WIB
ILUSTRASI. Bitcoin. Harga Bitcoin diramal akan positif hingga akhir tahun, ini pendorongnya. REUTERS/Edgar Su/Illustration


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Sistem transportasi di Jakarta saat ini mengalami kemunduran jika dibanding 30 tahun lalu. Hal ini disampaikan Suroyo Alimoeso, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jakarta.

"Dari pengamatan saya dari tahun 1980 master plan sudah cukup bagus seperti adanya kereta dari Bogor dan Depok ke Jakarta," ujarnya kepada wartawan di Hotel Milenium, Jakarta, Rabu (20/2).

Suroyo bilang perencanaan yang sudah ada tersebut tidak dikembangkan untuk mengantisipasi pertumbuhan yang ada di wilayah sekitar. "Seperti di Depok itu banyak perumahan dan kampus. Harusnya pemerintah daerah membuat elevated (kereta layang) dari Depok ke arah Manggarai," ujarnya.

Dia bilang, saat ini jalan darat yang sudah ada tidak dapat menampung banyaknya kendaraan. Suroyo juga menyoroti bahwa pembangunan kawasan yang ada di sekitar Jakarta tidak memperhatikan akses transportasinya.

"Seperti Bintaro dan Pamulang itu harus perhatikan transportasinya. Karena kalau gunakan jalan yang ada ya segitu saja," ujarnya. Dia mengatakan seharusnya para pengembang perumahan harus membuat akses jalan yang baru dan tidak mengandalkan jalan tol.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×