kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Kemenperin: Ekspor manufaktur Indonesia di semester I-2020 capai US$ 60,76 miliar


Selasa, 21 Juli 2020 / 12:36 WIB
ILUSTRASI. Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Anna Suci Perwitasari

Di samping itu, nilai pengapalan produk industri manufaktur pada bulan keenam tahun ini juga mengalami lonjakan 7% dibanding capaian pada Juni 2019 yang tercatat sekitar US$ 9 miliar. 

“Neraca perdagangan industri pengolahan non-migas pada bulan Juni 2020 mencatatkan surplus sebesar US$ 531,47 juta," ungkap Agus. Dilihat dari volumenya, ekspor industri manufaktur pada Juni 2020 tercatat sebesar 8,87 juta ton atau menanjak 9,28% dibanding Mei 2020 yang mencapai 8,12 juta ton.

Adapun sektor industri makanan dan minuman menjadi penyumbang devisa terbesar dari capaian nilai ekspor industri pengolahan non-migas di bulan lalu, yang tercatat US$ 2,23 miliar. 

Baca Juga: Produk mamin, furniture, hingga pakaian jadi Indonesia siap serbu pasar Internasional

Disusul, ekspor dari industri logam dasar yang menembus US$ 1,67 miliar, kemudian pengapalan produk industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar US$ 1 miliar.

Sementara itu, sektor yang mengalami kenaikan ekspor di atas 30% dari bulan sebelumnya meliputi industri pencetakan dan reproduksi media rekaman yang naik sebesar 228,63% dengan nilai ekspor US$ 2,55 juta. 

Selanjutnya, industri alat angkutan lainnya (naik 74,15% dengan nilai ekspor US$ 131,83 juta), industri peralatan listrik (naik 50,39% dengan nilai ekspor US$ 383,55 juta) dan industri tekstil (naik 45,38% dengan nilai ekspor US$ 271,38 juta).




TERBARU

[X]
×