kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Kementan klaim ekspor produk pertanian tumbuh di tengah wabah corona


Selasa, 26 Mei 2020 / 18:35 WIB
ILUSTRASI. Berbagai buah Manggis. KONTAN/Muradi/2019/07/19


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

Kariyasa mengakui Indonesia masih mengimpor beberapa produk pertanian hortikultura, sayuran dan buah-buahan. Rinciannya, pada tahun 2019, impor produk hortikultura untuk kelompok sayuran terutama bawang putih yang mencapai US$ 547,01 juta, atau Rp 7,75 Triliun.

Kemudian disusul kentang, kebanyakan dalam bentuk kentang olahan sekitar US$124,89 juta atau setara Rp 1,77 triliun dan bawang Bombay US$74,55 juta setara Rp 1,06 triliun. Sementara impor untuk jenis sayuran bunga kol, brokoli dan kubis hanya US$ 7,84 juta (Rp 110,96 miliar).

Baca Juga: Kemtan bikin pengendalian penyakit gugur daun karet di tiga provinsi

Selain itu, lanjut Ketut, untuk produk buah-buahan, nilai impor selama 2019 sebesar US$1,23 miliar (Rp 17,38 triliun). Yakni impor produk buah-buahan terbanyak adalah Anggur US$ 385,16 juta, setara Rp 5,45 triliun

Kemudian, disusul Apel sebesar US$ 344,01 juta setara Rp 4,87 triliun, Jeruk US$ 259,09 juta setara Rp 3,67 triliun, dan Pir US$ 236,35 juta atau setara Rp 3,35 triliun.

"Ekspor akan terus ditingkatkan dan pada saat yang sama juga mengurangi impor melalui peningkatan produksi dalam negeri, agar melalui surplus perdagangan produk pertanian yang semakin meningkat diharapkan peran sektor pertanian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional semakin nyata,” tutur Kariyasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×