kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.902   8,00   0,05%
  • IDX 7.940   -77,07   -0,96%
  • KOMPAS100 1.111   -13,95   -1,24%
  • LQ45 806   -6,90   -0,85%
  • ISSI 283   -3,09   -1,08%
  • IDX30 427   -2,07   -0,48%
  • IDXHIDIV20 519   1,40   0,27%
  • IDX80 125   -1,34   -1,06%
  • IDXV30 141   0,27   0,19%
  • IDXQ30 137   -0,41   -0,30%

Kementan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas Senilai Rp 18,2 Miliar ke Tiga Negara


Selasa, 03 Maret 2026 / 14:45 WIB
Kementan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas Senilai Rp 18,2 Miliar ke Tiga Negara


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) resmi melepas ekspor sebanyak 545 ton produk unggas senilai Rp 18,2 miliar ke tiga negara tujuan, yakni Singapura, Jepang, dan Timor Leste. Pengiriman yang dilakukan secara bertahap hingga 31 Maret 2026 ini menegaskan posisi Indonesia yang telah mencapai swasembada ayam dan mulai memperluas pasar global.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa ekspor menjadi arah strategis pemerintah dalam memperkuat devisa, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa industri perunggasan nasional sudah sangat mandiri.

“Protein dari unggas sudah swasembada dan ekspor. Ini arah kita,” ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga: RKAB Nikel Dipangkas, 3 Pabrik Pemurnian Ini Kolaps

Amran menegaskan, pemerintah akan terus mendukung pelaku usaha, terutama dalam aspek legalitas dan pembukaan akses pasar internasional. 

“Insya Allah pemerintah akan mendukung, terutama terkait legalitas yang dibutuhkan pengusaha. Kami tugaskan khusus Dirjen Peternakan untuk mengawal ekspor ayam, unggas, dan turunannya ke berbagai negara,” katanya.

Menurut Amran, kunci peningkatan nilai ekonomi ada pada hilirisasi. Produk olahan unggas dinilai bisa memiliki nilai dua kali lipat dibandingkan produk mentah. 

“Inilah tujuan hilirisasi, bahan baku kita olah agar nilainya naik 100% bahkan lebih,” terangnya.

Ekspor kali ini melibatkan empat perusahaan nasional dengan kontribusi terbesar berasal dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Perusahaan tersebut mengekspor 517 ton telur konsumsi atau setara 8,13 juta butir ke Singapura senilai Rp 15,90 miliar. Selain itu, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk turut mengekspor 6 ton produk olahan ayam ke Singapura senilai sekitar Rp 1 miliar.

Di pasar lain, PT Taat Indah Bersinar mengirim 22 ton olahan ayam dan karkas ke Timor Leste senilai Rp 837 juta. Sementara itu, PT Malindo Food Delight berhasil menembus pasar Jepang dengan mengekspor 6 ton produk olahan seperti nugget dan karaage senilai Rp 271,3 juta.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyampaikan keberhasilan ekspor ini tidak terlepas dari penguatan sistem kesehatan hewan dan jaminan keamanan pangan. 

Baca Juga: Maxim Janji Cairkan Bonus Hari Raya Lebih Gede, Begini Kriteria Penerimanya

“Setiap produk yang diekspor telah melalui proses sertifikasi veteriner dan pengawasan ketat sesuai persyaratan negara tujuan. Kami memastikan aspek traceability, biosekuriti, dan keamanan pangan terpenuhi,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×