Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sejumlah arahan tegas kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN pasca terjadinya pemadaman total (blackout) di wilayah Sumatra.
Pemerintah meminta adanya evaluasi menyeluruh dan penguatan sistem kelistrikan nasional agar gangguan serupa akibat faktor alam tidak kembali terulang, terutama pada jaringan transmisi yang menjadi tulang punggung distribusi listrik antardaerah.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa insiden padamnya aliran listrik di Sumatra dipicu oleh gangguan alam berupa sambaran petir pada jaringan transmisi di wilayah Merangin.
Menurutnya, gangguan tersebut berdampak signifikan terhadap kestabilan sistem kelistrikan Sumatra, mengingat pasokan listrik untuk wilayah Sumatra bagian utara masih bergantung pada suplai dari wilayah selatan.
"Dari Kementerian ESDM yang terkait dengan kejadian listrik di Sumatra, ini kan ada persoalan yang jaringan transmisi, itu kan ada kesambar petir di Merangin. Dengan ada sambar petir tersebut itu kan berdampak terhadap kestabilan sistem," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Baca Juga: Harga Gas Industri Melonjak 60%, ASAKI Sebut Industri Keramik Masuk Fase Darurat
Yuliot menuturkan, Kementerian ESDM langsung menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan koordinasi dengan PLN dalam proses pemulihan sistem kelistrikan secara bertahap.
Berdasarkan laporan terakhir, seluruh sistem kelistrikan di wilayah terdampak kini telah kembali pulih sepenuhnya setelah dilakukan berbagai langkah teknis pemulihan.
"Kami dari Kementerian ESDM menurunkan tim ke lapangan untuk ngecek, Alhamdulillah dengan apa yang kita koordinasikan dengan PLN itu bisa pulih 100%," ungkapnya.
Lebih lanjut, pemerintah meminta PLN melakukan tiga langkah utama sebagai bagian dari mitigasi dan evaluasi pasca blackout Sumatra.
Pertama, dilakukan pengkajian teknis terhadap sistem kelistrikan dan jaringan transmisi guna memperkuat ketahanan sistem terhadap gangguan eksternal.
Kedua, pemerintah meminta adanya perbaikan infrastruktur proteksi, termasuk pemasangan penangkal petir atau arde di wilayah-wilayah yang dinilai rawan terhadap gangguan cuaca ekstrem.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Blue Bird (BIRD) Siapkan Strategi Jaga Margin Keuntungan
"Jadi untuk arahan ke PLN kita juga itu sampaikan untuk perbaikan sistem dikaji secara teknis itu yang pertama. Yang kedua untuk sistemnya itu juga ada perbaikan, termasuk itu adanya pemasangan arde untuk setiap daerah-daerah yang rawan," imbuhnya.
Ketiga, ESDM menilai perlu adanya penataan ulang keseimbangan suplai pembangkit listrik di setiap daerah agar tidak terlalu bergantung pada pasokan dari wilayah yang jauh.
Menurut Yuliot, ketergantungan aliran listrik dari Sumatra bagian selatan ke wilayah utara membuat proses pemulihan sistem membutuhkan waktu lebih lama ketika terjadi gangguan besar pada jaringan transmisi.
"Jadi untuk ke depan itu ya kita evaluasi untuk seluruh perbaikan yang dilakukan. Itu tidak ada kesengajaan, itu murni karena masalah kondisi alam," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













