kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,79   -3,54%
  • KOMPAS100 804   -27,99   -3,36%
  • LQ45 616   -14,77   -2,34%
  • ISSI 214   -11,10   -4,93%
  • IDX30 352   -8,07   -2,24%
  • IDXHIDIV20 439   -9,25   -2,06%
  • IDX80 93   -3,09   -3,22%
  • IDXV30 121   -2,93   -2,36%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Kementerian ESDM Tetapkan ICP April 2026 Naik Menjadi US$ 117,31 per Barel


Kamis, 21 Mei 2026 / 15:10 WIB
Kementerian ESDM Tetapkan ICP April 2026 Naik Menjadi US$ 117,31 per Barel
ILUSTRASI. ICP April 2026 resmi naik US$ 15,05 menjadi US$ 117,31/barel. Konflik geopolitik jadi pemicu utama. (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 sebesar US$ 117,31 per barel.

Angka ini mengalami kenaikan US$ 15,05 dibandingkan Maret 2026 yang tercatat US$ 102,26 per barel.

Penetapan harga minyak mentah tersebut disahkan dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 203.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan April 2026. Kenaikan tajam ini dipicu oleh eskalasi konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak mentah utama di pasar internasional pada April 2026 secara umum dipengaruhi oleh meningkatnya tensi geopolitik, khususnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global.

"Peningkatan harga minyak mentah pada April 2026 dipengaruhi oleh berlanjutnya eskalasi konflik geopolitik yang meningkatkan risiko gangguan suplai minyak dunia, terutama terkait kondisi di kawasan Timur Tengah dan Selat Hormuz," ujarnya dalam keterangan resmi dikutip, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Pertamina Diprediksi Terbebani Rp 31 Triliun per Tahun Tahan BBM

Menurut Laode, berbagai perkembangan sepanjang April 2026 turut memberikan tekanan terhadap pasar minyak dunia. Mulai dari gejolak di Selat Hormuz, blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat, hingga serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Di sisi lain, pergerakan harga komoditas ini juga mendapat dorongan dari Asia. Selain faktor geopolitik, pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada triwulan I 2026 yang mencapai 5% secara tahunan (year on year) turut memberikan sentimen positif terhadap permintaan minyak dunia.

Lebih lanjut, Laode menambahkan, meskipun harga minyak dunia masih berpotensi mengalami tekanan akibat kondisi geopolitik global, terdapat beberapa faktor yang dapat menahan kenaikan harga.

Di antaranya proyeksi penurunan permintaan minyak global pada triwulan II 2026 yang diperkirakan sebesar 5 juta bph year on year dan potensi terbukanya kembali jalur diplomasi damai antara Iran dan Amerika Serikat.

Melihat dinamika ini, pemerintah memastikan akan bersiap mengantisipasi dampak fluktuasi harga terhadap postur anggaran dan pasokan domestik.

"Pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar minyak global secara cermat untuk menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan stabilitas pasokan energi dalam negeri," jelasnya.

Baca Juga: Dorong Loyalitas Konsumen, Paramount Land Gelar Annual Golf Tournament 2026

Secara rinci, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada April 2026 dibandingkan Maret 2026 mengalami perubahan sebagai berikut:

  • Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia meningkat sebesar US$ 15,05/bbl dari US$ 102,26/bbl menjadi US$ 117,31/bbl.

  • Brent (ICE) meningkat sebesar US$ 2,86/bbl dari US$ 99,60/bbl menjadi US$ 102,46/bbl.

  • WTI (Nymex) meningkat sebesar US$ 7,06/bbl dari US$ 91,00/bbl menjadi US$ 98,06/bbl.

  • Dated Brent meningkat sebesar US$ 16,66/bbl dari US$ 103,89/bbl menjadi US$ 120,55/bbl.

  • Basket OPEC menurun sebesar US$ 7,81/bbl dari US$ 116,36/bbl menjadi US$ 108,55/bbl (per 29 April 2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×