kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Kementerian ESDM tolak berikan kuota impor solar tambahan karena alasan ini


Senin, 09 September 2019 / 20:28 WIB

Kementerian ESDM tolak berikan kuota impor solar tambahan karena alasan ini
ILUSTRASI. Petugas mengisi bahan bakar minyak jenis Bio Solar

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memilih untuk tidak memberikan izin tambahan kuota impor bagi Badan Usaha setelah sebelumnya ExxonMobil menjadi Badan Usaha (BU) terakhir yang memperoleh izin.

Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto yang ditemui di Kementerian ESDM bilang sejauh ini Kementerian ESDM menilai izin yang diberikan sudah cukup.

Baca Juga: Pertamina sebut impor terbesar saat ini adalah gasoline dan bukan diesel

"Udah cukuplah dikasih, jangan tambah lagi, dihabiskan dulu yang ada," jelas Djoko, Senin (9/9).

Lebih jauh Djoko mengungkapkan, sejauh ini Kementerian ESDM belum memberikan izin tambahan kuota impor bagi BU lain selain ExxonMobil. Dalam catatan Kontan.co.id, Erwin Maryoto semasa menjabat Vice President Public and Government Affair ExxonMobil Indonesia menyebut rekomendasi dari Kementerian ESDM telah diberikan kepada ExxonMobil.

Langkah Kementerian ESDM dianggap akan semakin membantu usaha ExxonMobil dalam investasi migas.

"Sejalan dengan arahan Visi Indonesia dari Presiden Jokowi, kami menghargai upaya pemerintah dan Kementerian ESDM demi iklim investasi yang semakin baik," sebut Erwin, Kamis (18/7).

Adapun, Erwin memastikan skema perizinan impor yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM dalam dua tahapan merupakan sesuatu yang sudah disepakati sejak awal. Pihak ExxonMobil diperbolehkan mengajukan perizinan dalam dua tahap. Namun Erwin menyebut tidak ada penambahan kuota impor sebab ketentuan mengenai kuota sudah disepakati sejak awal.

Baca Juga: Sikap Pemerintah Tidak Jelas, Bisnis Penjualan Solar Subsidi AKR (AKRA) Menggantung

Adapun kuota impor solar ExxonMobil untuk periode Januari-Desember 2019 yang disepakati sebesar 800.000 KL. Namun dalam tahapan pertama jumlah yang disetujui sebesar 226.000 KL. Dengan demikian, rekomendasi izin impor tahap kedua melengkapi kekurangan sebesar 574.000 KL.


Reporter: Filemon Agung
Editor: Noverius Laoli

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0025 || diagnostic_web = 0.1929

Close [X]
×