kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Kenaikan harga gandum kerek harga komoditi pangan


Minggu, 22 Agustus 2010 / 18:18 WIB
Kenaikan harga gandum kerek harga komoditi pangan


Reporter: Asnil Bambani Amri |




JAKARTA. Dampak akibat terganggunnya panen gandum di sejumlah negara Eropa diperkirakan akan berpengaruh pada harga komoditi pangan lainnya terutama jagung dan beras.

“Saat ini harga jagung sudah mulai merangkak naik, dan saya khawatirkan komoditi pangan ini akan mengikuti harga gandum,” kata Fransiscus Welirang, Ketua Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (Aptindo), atau yang akrab dipanggil Franky, akhir pekan ini.

Menurutnya, jagung merupakan salah satu sumber pangan yang terpengaruh dari kenaikan harga gandum. Kenaikan harga jagung itu diperkirakan akan meningkat seiring dengan kenaikan permintaan dari industri pakan ternak yang melakukan pembelian besar-besaran. “Karena pasarnya panik, imbasnya adalah kenaikan harga jagung yang sekarang sudah terasa,” jelas Franky.

Jika terjadi kenaikan harga jagung, maka imbasnya adalah akan terjadi kenaikan harga pakan ternak yang berujung pada kenaikan harga daging dan telur. Menurut Franky, harga komoditi pangan itu tidak bisa dikendalikan oleh pengusaha dalam negeri karena sudah menjadi komoditi dunia yang harganya mengikuti harga pasar komoditi.

Selain jagung, komoditi pangan lainnya yang terimbas oleh pasar global gandum adalah beras dan gandum. “Kalau harga kedelai, tidak usah ditanya lagi,” selorohnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×