kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

KGBio dan Genexine teken perjanjian lisensi obat Immuno-Onkologi GX-I7


Jumat, 19 Februari 2021 / 11:01 WIB
KGBio dan Genexine teken perjanjian lisensi obat Immuno-Onkologi GX-I7
ILUSTRASI. Gedung PT Kalbe Genexine Biologics (KGBio).


Reporter: Kenia Intan | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anak usaha PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Kalbe Genexine Biologics (KGBio), menandatangani perjanjan lisensi dengan Genexine Korea Selatan untuk mengembangkan dan melakukan komersialisasi obat imuno-onkologi GX-I7 (Efineptakin Alpha).

Asal tahu saja, obat tersebut merupakan long-acting interleukin-7 yang menggunakan platform teknologi hyFc Genexine.

Perjanjian itu secara keseluruhan bernilai US$ 1,1 miliar termasuk upfront payment senilai US$ 27 juta dan akan diikuti dengan milestone registrasi dan komersialisasi serta royalti sebesar 10% terhadap pendapatan penjualan.

Adapun lisensi pengembangan dan komersialisasinya meliputi wilayah Timur Tengah, Oceania, India, Afrika, dan seluruh wilayah Asia kecuali Cina, Jepang dan Korea.

Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) pasarkan obat Fluvir di Indonesia, menggandeng Amarox

"Kesepakatan lisensi obat GX-I7 antara KGBio dan Genexine merupakan kesepakatan yang sangat strategis dan penting bagi KGBIo untuk membangun portofolio produk, sehingga dapat menyediakan produk therapeutic yang inovatif untuk 655 juta populasi di Asia Tenggara melalui jaringan penjualan dan pemasaran Kalbe dan terus dikembangkan di wilayah India, Oceania, dan Timur Tengah,” ungkap Presiden Direktur PT Kalbe Genexine Biologics yang juga menjadi Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Sie Djohan, dalam keterangan pers yang diterima Kontan.co.id, Kamis (18/1).

Lebih lanjut diungkapkan, melalui lisensi ini akan terbangun kolaborasi antara KGBio dengan banyak partner global yang akan membawa KGBio ke level berikutnya, yakni menjadi perusahaan bioteknologi terkemuka di Asia Tenggara.

Adapun CEO Genexine Dr Sung menambahkan, kesepakatan lisensi dengan KGBio telah membuktikan produk GX-I7 memiliki value yang sangat tinggi.

"Genexine akan terusberkolaborasi secara aktif dengan partner global untuk membuktikan agar obat GX-I7 diakui sebagai obat imuno-onkologi yang inovatif," imbuhnya.

Asal tahu saja, sebelumnya KGBio telah mendapat persetujuan pelaksanan uji klinik (PPUK) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM). GX-I7 adalah satu-satunya long-acting interleukin-7 dalam pengembangan di dunia yang dapat meningkatkan jumlah limfosit absolut.

Peningkatan jumlah limfosit oleh GX-I7 inilah yang dapat mencegah perburukan kondisi pasien Covid-19  mild atau asymptomatic terutama pada populasi rentan seperti orang tua dengan mengaktivasi T-cells dan system imun pada tahap awal infeksi Covid-19.

Sebagai tambahan, KGBio juga berencana melakukan kombinasi uji klinik GX-I7 dengan anti-PD1 HLX10 untuk meningkatkan dan memperluas value dari keseluruhan pipeline.

Selain uji klinik GX-I7 yang dilakukan sebagai obat imuno-onkologi, KGBio tengah melakukan uji klinik fase-2 obat Covid-19 di Indonesia untuk mengurangi risiko pasien mengalami ke kondisi yang lebih parah.

Baca Juga: Gandeng Amarox, Kalbe Farma (KLBF) pasarkan obat Fluvir di Indonesia

Adapun pada tahun 2016, KGBio mendapatkan lisensi long-acting erythropoietin GX-E4 (Efepoetin alfa) dari Genexine untuk terapi anemia, dan saat ini sedang melakukan uji klinis fase 3 di Australia, Taiwan, dan ASEAN.

Tahun 2019, KGBio juga menandatangani perjanjian lisensi dengan Henlius (HK 2696), anak perusahaan Fosun Pharma, dengan nilai US$ 692 juta, serta menambahkan immune checkpoint inhibitor HLX10 ke dalam portofolionya.

Memperkuat langkah KGBio sebagai perusahaan bioteknologi terkemuka di Asia Tenggara, pada Januari 2021 KGBio telah menerima investasi dari General Atlantic, perusahaan financial investor global dari Amerika Serikat, sebesar US$ 55 juta sebagai modal inti (primary capital) kepada KGBIo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×