Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana mengganti lebih dari 2.000 pembangkit listrik berbahan bakar diesel (PLTD) di lebih dari 700 lokasi di seluruh Indonesia.
Rencana tersebut dijalankan untuk mengurangi ketergantungan PLN pada bahan bakar impor, karena harga melonjak akibat konflik di Timur Tengah.
Senin (13/4/2026), Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN berencana mengganti 2.396 unit pembangkit listrik berbahan bakar diesel di 741 lokasi dengan pembangkit listrik tenaga terbarukan
Unit-unit tersebut memiliki total kapasitas gabungan mencapai 1,07 gigawatt.
Baca Juga: Pertamina Geothermal (PGEO) dan PLN IP Sepakati Tarif Listrik Proyek Panas Bumi 15 MW
"Tidak hanya akan meningkatkan keamanan energi, tetapi biaya energi juga dapat diturunkan dan kita juga beralih dari bahan bakar fosil ke sumber energi terbarukan," katanya seperti dikutip dari Reuters.
Untuk mengganti pembangkit diesel, PLN akan memasang fasilitas tenaga surya dan penyimpanan baterai atau pembangkit listrik tenaga air skala kecil, tergantung pada sumber energi yang tersedia di setiap lokasi, tambahnya.
Indonesia bergantung pada pembangkit listrik tenaga diesel di lokasi terpencil, dan memiliki kapasitas terpasang sekitar 5,8 GW pada tahun 2024, menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Indonesia memiliki rencana jangka panjang untuk mengganti pembangkit listrik tenaga diesel, sebagian dengan pembangkit listrik tenaga gas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













