Reporter: Leni Wandira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten manufaktur kosmetik, PT Victoria Care Indonesia Tbk belum mampu memenuhi target pertumbuhan penjualan double digit yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.
Tahun 2025, emiten dengan kode saham VICI ini diperkirakan mengalami stagnasi dibandingkan tahun sebelumnya. Indikasi tersebut diperkirakan akan berdampak kepada kinerja Perseroan secara keseluruhan di tahun 2025.
Kondisi perekonomian dan persaingan industri yang kurang kondusif sepanjang tahun 2025 menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja VICI tersebut.
Selain itu, meningkatnya tantangan dan kompetisi pasar serta tekanan beban operasional diperkirakan turut memberikan dampak dan tantangan terhadap kinerja VICI di tahun 2025.
Baca Juga: Kemendag Gandeng Korsel Luncurkan Proyek Metrologi Pengisi Daya EV Senilai US$ 8 Juta
Melalui evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh, dengan memperhatikan berbagai faktor tersebut, VICI memutuskan untuk menunda rencana pembangunan perluasan pabrik.
Keputusan ini merupakan bagian dari langkah strategis manajemen yang diambil dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan usaha, serta sebagai upaya untuk memperkuat struktur bisnis jangka panjang di tengah kondisi pasar yang kurang kondusif.
Sumardi Widjaja, Direktur Utama VICI mengatakan, dalam kondisi perekonomian dan pasar yang masih penuh dengan tantangan dan kurang kondusif, VICI memutuskan untuk menunda rencana ekspansi pabrik sebagai langkah mitigasi risiko.
"Fokus Perseroan saat ini adalah menjaga stabilitas usaha, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat struktur bisnis untuk menghadapi dinamika pasar,” ujar Sumardi dalam keterangannya, Kamis (14/1/2026).
Dia menambahkan, saat ini laporan keuangan VICI untuk tahun buku 2025 masih dalam proses diaudit oleh Kantor Akuntan Publik.
"Manajemen akan terus memantau perkembangan kondisi pasar dan melakukan peninjauan kembali atas rencana ekspansi secara berkala dengan memperhatikan dinamika dan prospek pasar ke depan," ungkapnya.
Lebih lanjut, diakui Sumardi, VICI memperkirakan bahwa kinerja di tahun 2026 masih akan dihadapkan pada berbagai tantangan, oleh karenanya, VICI akan menjalankan usaha dengan pendekatan yang penuh kehati-hatian serta tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika pasar yang berlanjut.
Selanjutnya: Keanehan! Insentif Mobil Listrik 2026 'Menggantung', Harga Stabil
Menarik Dibaca: Hubungan Intim Renggang? Coba Sex Toys Untuk Bantu Tingkatkan Kepuasan Seksual
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













