kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Menakar dampak banjir terhadap kinerja industri otomotif


Rabu, 26 Februari 2020 / 21:38 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menyelesaikan produksi Daihatsu Sigra di pabrik Astra Daihatsu Motor, Karawang Jawa Barat, Rabu (4/8), Pabrik Astra Daihatsu Motor berkapasitas produksi 532.000 unit pertahun dengan produksi 7 varian mobil Daihatsu, Toyota untuk pasar dalam negeri


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Noverius Laoli

“Produksi tetap berjalan, hanya distribusi sempat terganggu karena banjir di sekitar plant Sunter,” tutur pria yang akrab dengan panggilan Muhib tersebut ketika dihubungi oleh Kontan.co.id (26/02).

Kendati demikian, dampak berupa gangguan yang ditimbulkan oleh banjir agaknya tidak dirasakan secara merata oleh setiap pabrikan otomotif.  PT PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) misalnya.

Baca Juga: Semakin diminati, ada 1.580 pengguna PLTS Atap di Indonesia hingga akhir tahun lalu

Lainnya halnya dengan ADM dan AHM, pabrikan yang memiliki fasilitas produksi sepeda motor dan mobil di Tambun, Cakung, dan Cikarang ini mengaku tidak mengalami hambatan apapun baik dalam melakukan kegiatan produksi ketika banjir terjadi pada Selasa (25/02) lalu.

Sementara untuk kegiatan distribusi, Rudiansyah mengaku belum memastikan lantaran belum mengantongi data.

“Sejauh ini proses produksi kendaraan Suzuki tidak terdampak banjir, operasional masih berjalan seperti biasa sehingga masih bisa memenuhi permintaan pasar,” jelas Rudiansyah kepada Kontan.co.id (26/02).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×