kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Mendag Beberkan Penyebab Langkanya Kelapa Bulat di Pasaran


Jumat, 21 Maret 2025 / 15:08 WIB
Mendag Beberkan Penyebab Langkanya Kelapa Bulat di Pasaran
ILUSTRASI. Mendag) Budi Santoso membeberkan penyebab kelangkaan kelapa bulat di pasaran dan harganya yang melambung tinggi.


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA Beberapa waktu terakhir, pedagang mengeluh kesulitan mendapatkan kelapa bulat. Harga kelapa bahkan semakin meroket mendekati hari raya Idulfitri 2025. Terakhir, harga kelapa bulat per butir di Pasar Senen naik 50%, mencapai Rp 15 ribu, padahal semula hanya Rp 10 ribu.

Merespon kelangkaan kelapa bulat di pasaran, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membeberkan kemungkinan pemicunya. Menurutnya, banyaknya permintaan ekspor kelapa bulat menjadi salah satu penyebab.

“Kelapa itu kan banyak permintaan ekspor juga, terus industri di dalam negeri juga banyak yang minta. Ya, jadi industri dalam negeri karena banyak yang ekspor, juga kadang-kadang kesulitan dapat barang. Itu memang masalahnya itu,” terang Busan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jumat (21/3).

Baca Juga: Ekspor Kelapa Bulat Marak, Pengamat Minta Pemerintah Segera Membuat Regulasi

Lebih lanjut, Busan menjelaskan mengenai langkah pemerintah untuk mengantisipasi dan menstabilkan harga kelapa bulat di pasaran. Busan mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi.

“Nah, kami akan evaluasi bersama-sama, dari sisi industri, dari sisi eskportir, petani, kan harus berkumpul bareng,” jelasnya.

Ada pun terkait kenaikan harga kelapa bulat per butir yang mencapai 50% di pasaran, Busan mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh jumlah ekspor yang bertambah.

“Oh, ya mungkin permintaan ekspornya makin tambah,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×