kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Mengejar Laba Besar dari Lajunya Sepeda Motor


Kamis, 15 Januari 2009 / 08:35 WIB


Reporter: Aprillia Ika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Populasi sepeda motor di Tanah Air sudah mencapai angka luar biasa. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), jumlahnya sudah mencapai 38,1 juta unit. Dari sisi bisnis, ini merupakan peluang bisnis yang amat menjanjikan. Yang pasti, banyak bisnis turunannya yang ikut mendulang keuntungan.

Salah satunya adalah usaha pembuatan dan penjualan perlengkapan bagi pengendara sepeda motor. Bisnis ini tak pernah sepi pembeli karena pasarnya terus berkembang. Wajar, bila banyak orang tergiur mencicipi labanya.

Salah satunya adalah Marthin Tampubolon. Ia membuat aneka perlengkapan pengendara motor seperti jaket, rompi, jas hujan, dan sarung tangan dengan merek Dainese.
Marthin memasarkan produknya lewat jalur online alias internet. Berkat pemasaran online itu, produknya menyebar hingga keluar Jakarta. "Dua bulan ini, penjualan saya laku keras gara-gara hujan," ujarnya.

Marthin merintis usaha ini sejak dua tahun silam. Kebetulan, ia adalah pengguna sepeda motor. Tapi, ia merasa kurang sreg dengan aneka perlengkapan pengendara motor yang ada di pasar.

Nah, iseng-iseng, pria 32 tahun ini mendesain dan membuat sendiri perlengkapan pengendara motor. Ia mencoba membuat jaket dari bahan taslan yang 80% anti air. "Dengan jaket ini, pengendara tak perlu memakai rompi atau jas hujan jika hujannya tak terlalu lebat," ujar Marthin.

Marthin mulai menjual jaket buatannya itu lewat internet di bawah bendera Planetcostum. Rupanya, pemasaran lewat jalur online itu mendapat respon positif dari masyarakat. Ia mulai banyak menerima pesanan jaket.

Dalam sebulan, Marthin menerima pesanan hingga 50 jaket. Karena kewalahan, ia mulai menggandeng sebuah konveksi di Bandung sebagai mitra usaha.

Usahanya terus berbiak. Banyak pembeli kemudian menjadi pelanggan tetap. Ia lantas menambah variasi produk. Selain jaket, Marthin mulai membuat aneka jas hujan, sarung tangan, aneka rompi, dan sepatu hujan dengan harga bervariasi.

Untuk jas hujan, misalnya, Marthin memasang harga Rp 50.000 - Rp 150.000, sarung tangan Rp 140.000 - Rp 150.000, dan rompi Rp 40.000 - Rp 150.000. Ia mengaku bisa mendapat margin keuntungan sekitar 20%-30%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×