kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Menilik strategi bisnis operator SPBU di tahun ini


Selasa, 14 Januari 2020 / 18:32 WIB
Menilik strategi bisnis operator SPBU di tahun ini
ILUSTRASI. Petugas bersiap mengisi premium ke dalam tangki persediaan di SPBU

Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah menyiapkan strategi untuk mengembangkan bisnis pada tahun ini.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, tahun ini Pertamina berupaya menyelesaikan program digitalisasi nozzle pada SPBU yang dikelolanya.

Hal ini seiring pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bahwa baru 50% SPBU yang terpasang teknologi nozzle dari rencana awal 5.000 SPBU.

Baca Juga: BPH Migas undang Pertamina dan Telkom untuk kebut digitalisasi nozzle

Pertamina sendiri mematok target 5.518 SPBU yang akan menerapkan IT nozzle sebelum semester pertama tahun ini berakhir. “Pertamina akan mempercepat prosesnya supaya bisa segera diselesaikan,” ujar Fajriyah, Selasa (14/1).

Sekadar catatan, hingga 27 Desember 2019 lalu, sudah ada 2.740 SPBU milik Pertamina yang menerapkan IT nozzle. Dari jumlah tersebut, 2.552 SPBU di antaranya sudah mempunyai perangkat electronic data ecounter (EDC).

Di sisi lain, Fajriyah belum bisa mengungkapkan target pembangunan SPBU baru pada tahun ini secara detail. Namun, sebagai pemimpin pasar, Pertamina dipastikan tetap akan ekspansif dalam mendirikan SPBU di berbagai lokasi di Indonesia.

“Nilai investasinya juga akan bervariasi. Tergantung tipe SPBU yang akan dibangun dan luas lahannya,” tambah dia tanpa menyertakan angka.

Hingga saat ini, Pertamina telah mengoperasikan 5.735 SPBU di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut belum termasuk SPBU tipe Pertashop yang menjadi bagian program Pertamina bernama One Village One Outlet.

Tak hanya itu, Pertamina juga telah siap apabila kembali ditugaskan oleh pemerintah untuk melanjutkan program BBM satu harga di berbagai pelosok Indonesia. Namun, Fajriyah belum bisa menjelaskan lebih panjang perihal rencana kelanjutan program tersebut.

Baca Juga: Begini rencana Pertamina mengembangkan bisnis SPBU tahun ini

Ia bilang, pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk penetapan lokasi SPBU yang jadi bagian program BBM satu harga. Adapun target lokasi BBM satu harga merupakan wewenang pemerintah pusat.

Tahun lalu, Pertamina berhasil melaksanakan program BBM satu harga di 161 titik di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia.

Sementara itu, British Petroleum (BP) dan PT AKR Corporindo Tbk pada tahun ini masih akan fokus pengembangan jaringan SPBU di beberapa wilayah Pulau Jawa. BP-AKR sendiri membentuk perusahaan patungan yakni PT Aneka Petroindo Raya (APR) untuk mengelola bisnis SPBU.

Brand and Comms Manager APR Syahran Wahab menyampaikan, sejak November 2018 hingga akhir tahun kemarin pihaknya sudah mendirikan 13 SPBU. Namun, ia belum menyebut target pembangunan SPBU secara rinci di tahun ini.

Baca Juga: BP-AKR fokus kembangkan SPBU di beberapa wilayah Jawa

Yang pasti, BP-AKR masih tetap mempertahankan target pendirian 350 SPBU dalam kurun waktu 10 tahun.

Saat ini, BP-AKR masih fokus mengembangkan SPBU di kawasan Jabodetak, Banten, dan Jawa Timur. “Kami juga terus melihat potensi pengembangan SPBU BP-AKR di daerah pemasaran lainnya,” kata Syahran, beberapa hari lalu.

BP-AKR juga bakal terus mendorong program kemitraan dengan skema dealer owned, dealer operated (DODO) dalam menjalankan ekspansi pembangunan SPBU.

Syahran bilang, program kemitraan DODO memiliki konsep konsinyasi dalam hal pengelolaan stok BBM, sehingga ada kepastian suplai yang andal kepada SPBU yang dioperasikan mitra.

Tak ingin ketinggalan, PT Shell Indonesia juga terus menggeber tawaran kemitraan SPB dengan pengusahaan lokal dan nasional lewat skema DODO.

Dalam implementasinya, Shell Indonesia membentuk tim yang bertugas membantu mitra sejak tahap awal seperti proses desain SPBU dan pemilihan kontraktor. Tim tersebut juga terus membantu mitra hingga SPBU dengan skema DODO dioperasikan.

"Selama proses pembangunan Shell Indonesia juga melakukan investadi bersama mitra dealer di lokasi yang telah dipilih, sehingga memperkecil investasi yang ditanggung oleh mitra dealer," ungkap Manajer Hubungan Masyarakat Shell Indonesia Rhea Sianipar, pekan lalu.

Baca Juga: Shell Indonesia tingkatkan jaringan dan kualitas SPBU di 2020

Sudah cukup banyak SPBU Shell Indonesia yang dibangun dengan skema DODO. Dua yang terakhir adalah SPBU Shell Indonesia yang berada di Cirebon, Jawa Barat serta di Alam Sutera, Tangerang.

Sampai akhir 2019, Shell Indonesia telah mengoperasikan 108 SPBU yang mayoritas berlokasi di Jabodetabek.

Rhea belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait jumlah SPBU yang akan dibangun Shell Indonesia pada tahun ini. Akan tetapi, pihaknya saat ini sedang melebarkan pangsa pasarnya ke kawasan Jawa Barat dan Jawa Timur. Hal ini untuk mendukung rencana pemerintah yang ingin memperluas pemasaran BBM non-subsidi ke berbagai daerah tanah air.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×