kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.133   -69,00   -0,38%
  • IDX 5.143   -139,49   -2,64%
  • KOMPAS100 665   -20,51   -2,99%
  • LQ45 524   -15,83   -2,93%
  • ISSI 172   -4,38   -2,47%
  • IDX30 294   -8,75   -2,89%
  • IDXHIDIV20 395   -10,57   -2,61%
  • IDX80 77   -2,31   -2,92%
  • IDXV30 109   -2,52   -2,25%
  • IDXQ30 99   -2,74   -2,69%

Meski tertekan, harga karet diprediksi naik


Minggu, 19 November 2017 / 15:17 WIB


Reporter: | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski tertekan, harga komoditas karet diprediksi akan bergerak naik tahun 2018.

"Ada potensi harga karet tahun depan bisa membaik," ujar Direktur PT Kirana MegataraTbk., Daniel Tirta Kristiadi kepada KONTAN, Minggu (19/11).

Kenaikan terebut dipengaruhi dengan oleh meningkatnya permintaan. Daniel bilang, permintaan karet dari pabrik ban dunia tahun depan diperkiraan akan naik sekitar 2% hingga 3%.

Di samping itu, produksi di berbagai daerah akan menurun akibat tingginya curah hujan di beberapa wilayah di Indonesia. Daniel bilang, saat ini sejumlah pabrik karet di beberapa wilayah Sumatra mulai mengurangi jam kerja. Hal tersebut dinilai akan berpengaruh pada ekspor karet Indonesia yang bisa menurun.

Tidak hanya Indonesia, pasokan karet dunia pun dinilai akan menurun. Salah satu produsen karet terbesar seperti Thailand akan memasuki musim gugur daun selama beberapa bulan ke depan. Hal itu akan menurunkan produksi karet asal negeri gajah putih tersebut. "Secara fundamental penawaran dan permintaan diharapkan harga karet dapat terkoreksi naik," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×