kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.953   -20,00   -0,11%
  • IDX 5.954   69,90   1,19%
  • KOMPAS100 772   8,07   1,06%
  • LQ45 584   5,74   0,99%
  • ISSI 206   2,37   1,17%
  • IDX30 331   3,62   1,11%
  • IDXHIDIV20 406   3,65   0,91%
  • IDX80 88   0,95   1,09%
  • IDXV30 111   1,75   1,61%
  • IDXQ30 106   1,02   0,97%

Meski tertekan, harga karet diprediksi naik


Minggu, 19 November 2017 / 15:17 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski tertekan, harga komoditas karet diprediksi akan bergerak naik tahun 2018.

"Ada potensi harga karet tahun depan bisa membaik," ujar Direktur PT Kirana MegataraTbk., Daniel Tirta Kristiadi kepada KONTAN, Minggu (19/11).

Kenaikan terebut dipengaruhi dengan oleh meningkatnya permintaan. Daniel bilang, permintaan karet dari pabrik ban dunia tahun depan diperkiraan akan naik sekitar 2% hingga 3%.

Di samping itu, produksi di berbagai daerah akan menurun akibat tingginya curah hujan di beberapa wilayah di Indonesia. Daniel bilang, saat ini sejumlah pabrik karet di beberapa wilayah Sumatra mulai mengurangi jam kerja. Hal tersebut dinilai akan berpengaruh pada ekspor karet Indonesia yang bisa menurun.

Tidak hanya Indonesia, pasokan karet dunia pun dinilai akan menurun. Salah satu produsen karet terbesar seperti Thailand akan memasuki musim gugur daun selama beberapa bulan ke depan. Hal itu akan menurunkan produksi karet asal negeri gajah putih tersebut. "Secara fundamental penawaran dan permintaan diharapkan harga karet dapat terkoreksi naik," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×