Reporter: Leni Wandira | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui program pelestarian lingkungan yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu inisiatif terbaru dilakukan lewat transplantasi terumbu karang di Pulau Messah, yang menjadi bagian dari program MPM Green Action 2026.
Baca Juga: Shelter Indonesia Bidik Peluang Layanan Berbasis Data di Industri Alih Daya
GM Corporate Communication & Sustainability MPMX Natalia Lusnita mengatakan, program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.
“Kami menyadari bahwa keberlanjutan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4/2026).
Menurut Natalia, inisiatif tersebut tidak hanya berfokus pada pelestarian ekosistem laut, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir, terutama melalui pengembangan aktivitas berbasis pariwisata dan konservasi.
“Melalui program transplantasi terumbu karang ini, MPMX tidak hanya berupaya menjaga ekosistem laut, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” jelasnya.
Baca Juga: Prodia (PRDA) Buka Klinik Stem Cell, Kontribusi Diproyeksi Baru Terlihat 3 Tahun
Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya, termasuk penanaman mangrove yang telah dijalankan sejak 2022 hingga 2025, yang juga terintegrasi dengan pengembangan usaha masyarakat berbasis potensi lokal.
MPMX menilai pendekatan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan program keberlanjutan, khususnya melalui keterlibatan masyarakat lokal dan otoritas kawasan.
“Kami percaya kolaborasi dengan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal dan otoritas kawasan, menjadi kunci agar program ini dapat berjalan konsisten dan memberikan manfaat jangka panjang,” tambah Natalia.
Pemilihan lokasi di Pulau Messah dilakukan berdasarkan kajian bersama otoritas konservasi, mengingat kawasan tersebut mengalami kerusakan terumbu karang yang cukup signifikan, namun memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata berbasis lingkungan.
Baca Juga: Whisky Live Jakarta 2026 Satukan Whisky, Wine, dan Sake daam Satu Platform
Ke depan, MPMX menargetkan penanaman ratusan bibit terumbu karang, sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem laut secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













