kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Mundur ke 2026, Merger BUMN Karya Batal Terwujud Tahun Ini


Rabu, 26 November 2025 / 21:45 WIB
Mundur ke 2026, Merger BUMN Karya Batal Terwujud Tahun Ini
ILUSTRASI. Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria. Rencana penggabungan atau merger BUMN Karya batal terlaksana tahun ini. Proyeksinya rencana ini baru akan terwujud pada 2026.


Sumber: Kompas.com | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana penggabungan atau merger BUMN Karya batal terlaksana tahun ini. Proyeksinya rencana ini baru akan terwujud pada 2026.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengatakan, aksi korporasi itu akan dilakukan pada 2026. Terdapat tujuh BUMN karya yang akan dikonsolidasi yaitu PT Hutama Karya (Persero); PT Waskita Karya (Persero) Tbk; PT Wijaya Karya (Persero) Tbk; PT Adhi Karya (Persero) Tbk; PT PP (Persero) Tbk; PT Brantas Abipraya (Persero); dan PT Nindya Karya (Persero).

"Kita carry over ke tahun depan. Tidak selesai di tahun ini. Khusus untuk karya tidak selesai di tahun ini,” kata Dony di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Baca Juga: Persiapan Merger BUMN Karya, Adhi Karya Perkuat Fondasi Keuangannya

Menurutnya, persoalan utama yang membuat merger BUMN Karya terhambat adalah kondisi keuangan para perusahaan pelat merah tersebut. Ia menilai masalah keuangan yang dihadapi cukup dalam sehingga perlu ditangani terlebih dahulu sebelum ke tahap konsolidasi.

"Karya-karya kita menghadapi persoalan keuangan yang cukup dalam selama ini. Nah, ini kita perbaiki dulu dengan Danantara. Kita lakukan dulu restrukturisasi, termasuk proses impairment, melakukan evaluasi lagi daripada nilai asetnya dengan bukunya, setelah itu baru kita lakukan merger dengan skenario terbaik," jelas dia.

Dony mengatakan, konsolidasi akan diprioritaskan untuk perusahaan yang menghadapi tekanan finansial paling berat. Dalam hal ini, merger Brantas Abipraya dan Nindya Karya tidak akan masuk tahap awal karena kondisi keuangannya relatif sehat.

Baca Juga: Kementerian BUMN Bakal Jadi Lembaga, Begini Respons dari BUMN Karya

Terkait skema penggabungan yang akan dipilih, Dony belum bersedia mengungkapkannya. Ia juga enggan menanggapi rumor yang beredar, mengenai kemungkinan penggabungan Hutama Karya dengan Waskita Karya dan Wijaya Karya, lalu PP dengan Adhi Karya, maupun Nindya Karya dengan Brantas Abipraya.

"Belum tahu. Jadi ada beberapa alternatif skenario. Nanti akan kita kasih tahu," kata Dony.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×