kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Musim Hujan Mundur, Kopi Sulit Dipanen


Senin, 17 Mei 2010 / 10:02 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri, Amailia Putri Hasniawati

JAKARTA. Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian Zaenal Bachruddin mengakui, ekspor kopi secara nasional memang menurun di bulan-bulan awal 2010 ini.

Zaenal menyatakan, penyebabnya adalah penurunan produksi. "Permintaan masih tetap ada, tapi karena musim hujannya mundur, kopi jadi susah dipanen," ujar Zaenal.

Kendati demikian, Zaenal optimistis pada tahun ini produksi kopi nasional akan naik tipis dari 704.000 ton tahun lalu menjadi sekitar 712.000 ton.

Asal tahu saja, kinerja ekspor kopi Indonesia belum juga membaik. Ini tecermin dari kinerja ekspor kopi asal Lampung, penyumbang 80% kopi nasional.

Menurut catatan Asosiasi Eksportir Kopi (AEKI) Lampung, ekspor kopi Lampung sepanjang 2010 sampai April baru mencapai 33.506 ton. Angka itu turun 38,4% ketimbang periode sama 2009 sebanyak 54.398 ton.

Menurut Muchtar Lutfie, Ketua Penelitian dan Pengembangan Asosiasi Eksportir Kopi (AEKI) Lampung, ada beberapa faktor penyebab turunnya ekspor kopi. Biangnya, antara lain, ada penundaan panen kopi di Lampung. Faktor lainnya ialah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat belakangan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×