Reporter: Zendy Pradana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan satu hari Work From Home (WFH) dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta hanya tinggal menunggu keputusan dari Presiden RI Prabowo Subianto. Kebijakan tersebut dilakukan demi menekan mahalnya dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) imbas konflik geopolitik di Timur Tengah (Timteng).
Kebijakan tersebut juga nantinya akan berimbas pada penggunaan moda transportasi umum. Salah satunya yakni Kereta Cepat atau Whoosh.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa mengatakan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tetap optimis penggunaan Whoosh tetap berjalan dengan baik meski pemerintah nantinya akan mengeluarkan kebijakan 1 hari WFH dalam satu pekan.
Baca Juga: Penjualan Mandom Indonesia (TCID) Naik 15,68% Jadi Rp 2,14 Triliun pada 2025
"Terkait hal tersebut kami optimis Whoosh tetap berjalan lancar," ujar Eva kepada Kontan, Kamis (26/3/2026).
Eva menjelaskan bahwa Whoosh adalah moda transportasi yang ramah lingkungan dengan menggunakan sumber daya listrik. Sehingga hal tersebut justru menjadi salah satu pendukung pemerintah RI saat masa seperti ini.
"Kita tetap konsisten menyediakan pelayanan publik transporatsi Whoosh yang nyaman dan aman untuk penumpang. Kita mendukung semua kebijakan pemerintah," ucap Eva.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan, kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi ASN dan pekerja swasta kini tinggal menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Setelah ada arahan Bapak Presiden, baru nanti diumumkan resmi. Sabar, sabar saja," ujar Tito saat ditemui di Istana, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Tito menjelaskan, para menteri terkait sudah melakukan rapat pematangan mengenai kebijakan tersebut pada Selasa (24/3/2026) kemarin.
Tito sendiri mengaku tidak masalah jika ASN di lingkungan Kemendagri dan pemerintah daerah (pemda) WFH satu hari dalam sepekan.
Ia menyebut, pemerintah telah memiliki pengalaman menerapkan sistem kerja serupa saat pandemi Covid-19.
"Kemendagri itu 25% WFO jalan juga. Jadi, bukan sesuatu yang baru, tapi kita punya pengalaman," katanya.
Dia pun akan memberikan penjelasan kepada kepala daerah terkait kebijakan WFH tersebut.
Baca Juga: Sanksi Dicabut, Anak Usaha United Tractors (UNTR) Kembali Garap Tambang Emas Martabe
"Hal-hal yang esensial seperti angkutan, kemudian yang melayani emergency, rumah sakit, kebersihan, harus tetap jalan," sambung Tito.
Meski demikian, Tito enggan membocorkan lebih jauh perihal kebijakan WFH 1 hari ini, termasuk hari apa yang akan dipilih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













