kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

OXO Group Luncurkan Proyek Hunian Vila di Bali, Harga Mulai Rp 7,5 Miliar


Selasa, 23 April 2024 / 20:03 WIB
OXO Group Luncurkan Proyek Hunian Vila di Bali, Harga Mulai Rp 7,5 Miliar
ILUSTRASI. OXO Group Indonesia telah mengembangkan dan memiliki sekitar 30 properti di Bali senilai Rp 700 miliar


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. OXO Group Indonesia meluncurkan proyek terbarunya di kawasan Nyanyi, Bali, bertajuk  OXO The Residences dengan menggandeng Alexis Dornier. Proyek tersebut merupakan  hunian vila premium dengan nilai pengembangan mencapai Rp 500 miliar.

Johannes Weissenbaeck, Founder dan CEO OXO Group Indonesia mengatakan, OXO The Residences akan menjadi game changer dan menetapkan standar baru dalam industri properti Neo Luxury di Bali. “Setiap proyek hunian yang kami kerjakan harus memiliki standar internasional dan bisa diterima, bukan hanya oleh pasar domestik, namun juga pasar global,” kata dia dalaï keterangan resminya, Selasa (23/4).

Berbeda dengan proyek-proyek sebelumnya,  OXO Group menargetkan 80% dari penjualannya proyek terbarunya berasal dari pembeli domestik. Adapuan sebelumnya pandemi Covid-19, konsumen perusahaan pengembangan dan manajemen properti butik ini berasal didominasi oleh pembeli asing seperti dari  Australia, Singapura, dan lain-lain.

OXO The Residences akan dikembangkan di lahan seluas 2 hektare (ha) yang akan menawarkan sebanyak  40 unit vila bergaya neo luxury yang dilengkapi dengan fasilitas komunal bagi para penghuninya. Johannes mengungkapkan, unit vila dibangun dengan luas bangunan mulai 182 meter persegi (m2) hingga 286 m2 yang akan dibanderol dengan harga mulai Rp 7,5 miliar.

Baca Juga: Pasar Properti Bali Berubah Pasca Covid-19, OXO Group Siap Jaring Potensinya

Proyek baru ini berlokasi tepat di depan Nuanu City, sebuah proyek yang digadang akan menjadi The Next Big Thing di Bali setelah Canggu dalam 2 – 3 tahun ke depan. Dan semua penghuni OXO The Residences nantinya bisa menikmati fasilitas yang dimiliki oleh Nuanu City,” tambahnya.

Nuanu dikembangkan sebagai kota kreatif seluas 44 ha dan mewujudkan esensi dari Tri Hita Karana, yang merupakan filosofi hidup dari masyarakat Bali. Dirancang sebagai ekosistem yang terintegrasi, Nuanu City menawarkan pengalaman transformatif yang memadukan seni, budaya, kesehatan, kehidupan yang terinspirasi dari alam, dan dampak sosial.
 
Sementara itu, Alexis Dornier, desainer arsitektur yang merancang OXO The Residences mengatakan, pihaknya ingin menghadirkan sebuah desain arsitektur yang sederhana namun ikonik pada saat yang bersamaan di OXO The Residences. Arsitektur bangunan yang menyatu dengan alam dan budaya pulau Bali serta area perkampungan sekitar.
 
Dia menjelaskan, elemen yang digunakan juga harus mewakili identitas Pulau Bali, melalui alam sekitar dan material lokal, seperti batu bata yang dapat dengan mudah kita temukan di kawasan Tabanan, termasuk  bebatuan vulkanik.

Baca Juga: Percepat Ekspansi, Iwan Sunito Targetkan Valuasi ONE Global Capital Capai US$ 5 M
 
Menurutnya, Tabanan, Bali, selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu bata press dan batu padas yang banyak digunakan sebagai material bangunan rumah di kawasan tersebut. Bali bahkan telah mengekspor hasil kerajinan batu padas dan terakota sejak tahun 2011.
 
Sementara pada tahun 2022, total nilai ekspor kerajinan Bali mencapai US$ 116,6 juta, di mana besaran ekspor kerajinan batu padas memberi kontribusi sebesar USD5,8 juta (5%).

Melalui OXO The Residences, tutur Alexis Dornier, pihaknya ingin menyampaikan sebuah pernyataan gaya desain arsitektur yang mudah untuk dipahami sekaligus mendefinisi ulang arti kenyamanan dan kemewahan.
 
“Alasan mendasar mengapa kolaborasi antara OXO dengan studio kami ini bisa berjalan secara alami, karena kami memiliki pemahaman fundamental yang sama dalam hal membangun properti, yaitu prinsip-prinsip keberlanjutan. Semakin sedikit kita membangun, semakin baik,” tutup Alexis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×