kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.853   34,00   0,19%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Pada Januari, ekspor minyak sawit sawit turun 18,47% secara bulanan


Rabu, 17 Maret 2021 / 16:39 WIB
ILUSTRASI. Seorang pekerja mendorong gerobak berisi tandan buah segar kelapa sawit di Desa Rantau Bais, Rokan Hilir, Riau, Senin (8/3/2021). ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/wsj.


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Tendi Mahadi

Dia juga menyebut bahwa Belanda, Malaysia, Spanyol dan Amerika Serikat berada pada peringkat 4 hingga 8. Bangladesh, Italia dan Mesir berada pada peringkat 7 hingga 10 sementara Myanmar selalu berada pada peringkat 11-12.

Selanjutnya, Rusia pada peringkat 12 atau 13, Philipina dan Korea selalu berada pada peringkat 14-15, Jepang pada peringkat 16-17 dan beberapa negara seperti Singapura, Vietnam, UEA, Ukraina, Afrika Selatan dan Tanzania konsisten berada dalam kelompok 20 besar.

Baca Juga: Harga dan produksi CPO diperkirakan stagnan, begini rekomendasi saham AALI

"Ekspor ke negara-negara ini mencapai 87%-90% dari ekspor Indonesia. Hubungan bilateral dengan negara-negara pengimpor tradisional yang mempunyai prospek perlu terus ditingkatkan untuk menjaga dan meningkatkan ekspor produk kelapa sawit Indonesia," tambah Mukti.

Menurut Mukti adanya hasil referendum Swiss terhadap produk minyak sawit pun menunjukkan kepercayaan masyarakat Swiss terhadap produk minyak sawit Indonesia.

Meski ekspor minyak sawit Indonesia ke Swiss sangat kecil, diharapkan hasil referendum tersebut juga akan meningkatkan kepercayaan negara Eropa lain, termasuk Uni Eropa dalam penerapan produksi sawit berkelanjutan di Indonesia.

Selanjutnya: Saraswanti Anugerah Makmur (SAMF) targetkan pendapatan tahun ini tumbuh 15%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×