kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pandemi corona menekan kinerja Hero Supermarket (HERO)


Rabu, 04 November 2020 / 12:20 WIB
Pandemi corona menekan kinerja Hero Supermarket (HERO)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

Adapun, perseroan memang sudah berusaha menekan beban tercermin dari penurunan beban pokok pendapatan 25,58% secara tahunan menjadi Rp 5,07 triliun dan beban usaha yang juga terkoreksi 20,29% secara tahunan menjadi Rp 2,29 triliun.

Tetapi, perseroan masih mencatatkan kenaikan signifikan dari pos beban keuangan dari hanya Rp 913 juta menjadi Rp 70,56 miliar, diikuti dengan penurunan penghasilan keuangan dari Rp 6,13 miliar menjadi Rp 937 juta.

Hal ini pada akhirnya menyebabkan kerugian perseroan semakin membengkak dari rugi yang hanya sebesar Rp 6,68 miliar menjadi Rp 339,46 miliar pada kuartal III tahun 2020 ini.

Baca Juga: Sampai kuartal III-2020, PSSI catat pertumbuhan dua digit pada sektor mother vessel

Berdasarkan informasi segmennya, pendapatan dari segmen makanan masih menjadi penopang pendapatan perseroan yakni sebesar 69,25% diikuti segmen non makanan yang menyumbang 30,74% dari total penjualan pada periode tersebut.

Di sisi lain, kedua segmen penjualan tersebut juga mengalami koreksi dipimpin oleh penurunan segmen makanan sebesar 32,92% secara tahunan menjadi Rp 4,75 miliar, dan segmen non makanan 12,09% secara tahunan menjadi Rp 2,11 miliar.

“Perseroan memprediksi kinerja untuk sisa tahun ini akan terus terdampak secara signifikan oleh pandemi. Namun, perseroan tetap yakin dengan rencana strategisnya untuk bisnis di masa depan,” pungkas Patrik.

Selanjutnya: Ramayana Lestari (RALS) menanggung rugi hingga Rp 95,22 miliar hingga September

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×