kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pandemi Covid-19, kerek omzet produsen AMDK


Senin, 15 Maret 2021 / 17:00 WIB
Pandemi Covid-19, kerek omzet produsen AMDK
ILUSTRASI. Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat air minum dalam kemasan di Jakarta,


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Yudho Winarto

Belinda melihat prospek bisnis AMDK di sepanjang tahun ini akan meningkat luar biasa seiring banyak orang yang sadar dengan kesehatan dan memilih AMDK premium Cleo yang diklaim terbaik di kelasnya.

Namun, bukan berarti AMDK tidak menghadapi tantangan. Belinda menjelaskan pasar AMDK pada awal tahun dihadapkan dengan iklim alam ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi, kondisi ini dan banjir mengakibatkan kendala pada distribusi barang.

Selain itu, keputusan pemerintah daerah perihal larangan pembatasan kegiatan masyarakat berpengaruh pada penurunan permintaan pasar khususnya kemasan cup dan botol.

Maka dari itu, di sepanjang tahun ini, Belinda menegaskan CLEO akan terus melakukan inovasi produk dan mempertajam fokus pada wilayah produk Cleo yang belum merata.

Strateginya dengan melakukan terobosan ekspansi secara masif dengan membuka pabrik baru dan cabang pemasaran dan distribusi di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Anggarkan Rp 150 miliar, simak penggunaan capex Sariguna Primatirta (CLEO) di 2021

Produsen AMDK galon lainnya, Danone Indonesia enggan memberikan keterangan perihal penjualan. Yang terang, Danone Indonesia memastikan pasokan air minum terpenuhi di masa pandemi.

"AQUA akan terus memastikan pasokan air minum untuk pemenuhan hidrasi sehat konsumen  yang sangat diperlukan di kala pandemi ini. Kami menyediakan aneka pilihan kemasan sesuai kebutuhan konsumen," jelas Direktur Komunikasi Perusahaan Danone Indonesia, Arif Mujahidin kepada Kontan.co.id, Senin (15/3).

Arif mengatakan, seperti industri lainnya, Danone Indonesia berharap pandemi segera teratasi sehingga krisis kesehatan dan resesi ekonomi bisa berakhir dan iklim usaha kembali normal seperti sebelum pandemi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×